×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

DKI Jakarta

Asal Daerah

Jakarta Barat

Klenteng Kim Tek Le

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Sejarah

Klenteng megah ini didirikan pada tahun 1650 di Jakarta. Awalnya dikenal sebagai Kwan Im Teng, klenteng ini dihancurkan pada tragedi Angke tahun 1740 oleh penguasa kolonial Belanda. Kapten Cina Oei Tjhie membangun kembali klenteng ini dan memberinya nama Kim Tek Le atau Jin De Yuan, yang berarti "kebijaksanaan emas". Seiring waktu, klenteng ini juga dikenal sebagai Vihara Dharma Bhakti. Klenteng ini merupakan perpaduan harmonis antara sejarah, seni, dan spiritualitas.

Arsitektur dan Dekorasi

Arsitektur dan dekorasi klenteng ini memukau pengunjung dengan ukiran dan kaligrafi indah, lukisan naga, dan burung walet yang mencerminkan keindahan seni dari beberapa ratus tahun yang lalu. Empat pilar merah yang kokoh menopang langit-langit, dengan mahkota bunga teratai yang memikat, menunjukkan keanggunan dan keagungan klenteng. Patung dewa perunggu yang dipajang di sekitar dinding klenteng melambangkan keragaman keyakinan dan kepercayaan.

Bagian Dalam Klenteng

  • Terdapat lima belas kedudukan Hud, Sin, dan Sien.
  • Ruangan untuk Hok Tek Tjin Sin (Tuan tanah).
  • Kedudukan Tjay Sin Ya.
  • Tempat kedudukan Sien Sing ang Kong.
  • Tempat kedudukan Sien Thay Suy Ya.

Aktivitas Keagamaan

Pengunjung disambut dengan aroma harum dupa sebelum memasuki kuil utama. Orang-orang dapat melihat ritual membakar dupa (Hio) dan menanam dupa di wadah besar yang disebut Hio-louw. Tao, Konghucu, dan Buddha bersama-sama menciptakan suasana kerukunan yang menghormati perbedaan dan kesatuan spiritualitas. Setiap hari pertama dan ke-15 bulan baru, etnis Tionghoa berkumpul untuk sembahyang, memohon kemakmuran kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perayaan Imlek menjadi momen sakral di mana klenteng ini dihiasi dengan kembang api dan kegembiraan.

Lokasi

Klenteng Kim Tek Le atau Jin De Yuan terletak di Jalan Kemenangan III No. 13 (Petak 9) Glodok, Jakarta Barat.

Sumber: https://jateng.akurat.co/wisata-kuliner/42656/sejarah-klenteng-kim-tek-le-jin-de-yuan-keindahan-dan-kebijaksanaan-yang-abadi-di-tengah-jakarta

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Waditra Awi Jam...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Waditra Awi Jaman Sunda Kuna merujuk pada berbagai alat musik yang terbuat dari bambu dan dikenal pada masa Kerajaan Sunda, sekitar abad k...

Peuyeum Ciruluk

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Peuyeum Ciruluk adalah kuliner tradisional khas Kalijati, Kabupaten Subang, berupa tape ketan hijau. Berbeda dengan peuyeum dari daerah la...

Gerak Gulung Bu...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Gerak Gulung Budi Daya, atau Gerak Gulung, adalah salah satu aliran silat tradisional Nusantara. Aliran ini berasal dari Kerajaan Sunda Pa...

Balap Becak Ban...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Permainan Tradisional

Deskripsi Balap becak di Bandung pada tahun 1970-an adalah sebuah hiburan rakyat yang memacu adrenalin, mirip dengan "Fast and Furious" vers...

Peuyeum

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Peuyeum, atau lebih dikenal sebagai tapai, adalah makanan hasil fermentasi singkong yang merupakan salah satu ikon Jawa Barat, khususnya k...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...