×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Makanan Minuman

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Kampung Ciruluk, Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang

Peuyeum Ciruluk

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Peuyeum Ciruluk adalah kuliner tradisional khas Kalijati, Kabupaten Subang, berupa tape ketan hijau. Berbeda dengan peuyeum dari daerah lain yang umumnya berbahan dasar singkong, peuyeum ini terbuat dari beras ketan putih pilihan. Ciri khasnya adalah dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), yang memberikan aroma khas dan membantu menjaga kelembapan serta kualitas produk. Kuliner ini telah menjadi identitas masyarakat setempat dan Desa Ciruluk dijuluki sebagai "Kampung Peuyeum" karena banyak masyarakatnya menekuni usaha pembuatannya secara turun-temurun.

Bahan

  • Beras ketan putih pilihan
  • Ragi berkualitas
  • Pewarna alami dari daun katuk, daun suji, atau daun laja

Cara Membuat

  1. Memilih beras ketan berkualitas.
  2. Mencuci beras hingga air bilasannya benar-benar bening.
  3. Merendam beras sekitar dua jam.
  4. Mengukus beras dua tahap; tahap pertama hingga setengah matang, tahap kedua hingga matang sempurna (total sekitar 45 menit untuk setiap tahap).
  5. Mendinginkan ketan setelah dikukus.
  6. Menaburi ragi secara merata.
  7. Memberi pewarna alami dari daun katuk, daun suji, atau daun laja.
  8. Membungkus ketan menggunakan daun muncang.
  9. Melakukan fermentasi selama sekitar dua hari hingga menghasilkan rasa manis, legit, sedikit asam, lembut, dan aroma harum yang khas.

Penyajian

Peuyeum Ciruluk hadir dalam kemasan daun muncang yang alami, menarik, praktis, dan higienis. Selain itu, beberapa perajin juga mengemasnya dalam toples berbagai ukuran. Produk ini cocok dijadikan oleh-oleh khas Subang atau dinikmati bersama keluarga di rumah. Daya simpannya relatif lama, terutama jika disimpan dalam lemari pendingin.

Varian Produk

Saat ini Peuyeum Ciruluk tersedia dalam dua varian utama, yaitu putih dan hijau. Beberapa perajin juga memproduksi varian ketan hitam untuk memenuhi selera konsumen yang berbeda.

Asal/Sejarah

Peuyeum Ciruluk berasal dari Kampung Ciruluk, Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Nama "Ciruluk" sendiri memiliki sejarah yang menarik; "Ci" berarti air (cai) dan "Caruluk" merujuk pada pohon kolang-kaling yang banyak tumbuh di kawasan tersebut pada masa lalu. Seiring waktu, nama "Caruluk" berubah menjadi "Ciruluk". Kuliner ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dan sering hadir dalam berbagai acara seperti kenduri, hajatan, hingga syukuran, sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan kuliner leluhur.

Sumber: https://www.ayobandung.id/ayo-netizen/01176039/20072026/legitnya-peuyeum-ciruluk-warisan-kuliner-khas-kalijati-subang

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Peuyeum Ciruluk — Makanan Minuman, Kampung Ciruluk, Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang · source

kyas_ent-91e1751801a4a5045afd0c562f48cdbf_1792994014.webp

DISKUSI


TERBARU


Legenda La Dana...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Di Tana Toraja, hiduplah seorang petani bernama La Dana yang terkenal cerdik, meskipun ia sering menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya o...

Aryo Menak Dan...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, pada masa ketika Pulau Madura sangat subur dengan hutan lebat dan ladang padi menguning, hiduplah seorang pemuda bernama Aryo Menak....

Kera Dan Ayam

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu negeri di Sulawesi Tenggara, terjalin persahabatan antara seekor Kera dan seekor Ayam. Namun, persahabatan mereka tidak ber...

Suri Ikun Dan D...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di Pulau Timor hiduplah sebuah keluarga petani dengan empat belas orang anak, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Meskipun memiliki...

Legenda Si Lanc...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu daerah bernama Kampar, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Riau, hiduplah seorang pemuda bernama Si Lancang bersama ibun...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...