|
|
|
|
|
|
Legenda Batu Kuda Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, ada seorang raja bernama Prabu Layang Kusuma dari salah satu kerajaan di Jawa Barat. Suatu hari, Sang Prabu bersama permaisurinya, Prabu Layang Sari, menunggang kuda melewati Gunung Manglayang. Sesampainya di puncak, kuda yang mereka tunggangi tiba-tiba terperosok ke dalam lumpur begitu dalam hingga hanya separuh badannya yang terlihat. Secara tiba-tiba, kuda itu berubah menjadi batu. Karena kuda mereka menjadi batu, Sang Prabu, Permaisuri, dan para pengawalnya terpaksa menghentikan perjalanan. Sang Prabu kemudian mengamati sekeliling dan menyadari bahwa tempat itu sangat cocok untuk bertapa. Ia memutuskan untuk mendirikan tempat peristirahatan tidak jauh dari lokasi kuda terperosok. Di tempat peristirahatan itulah Sang Prabu bertapa dan tidak melanjutkan perjalanannya hingga akhir hayatnya, begitu pula Permaisuri dan para pengawalnya.
Para pengunjung yang datang dengan tujuan berziarah atau berziarah sambil menikmati keindahan alam tidak terbatas pada hari libur. Mereka meyakini bahwa Batu Kuda dan Batu Gunung, serta makam Raja, berkeramat dan memiliki kekuatan gaib. Oleh karena itu, di balik ziarah, mereka memiliki keinginan-keinginan tertentu.
Sebelum berziarah, peziarah harus berhubungan dengan Sang Kuncen karena ada pantangan-pantangan yang perlu diperhatikan. Seringkali, peziarah meminta bantuan atau memanfaatkan jasa Sang Kuncen untuk mencapai keinginan mereka, karena Sang Kuncen sangat menguasai prosesi upacara perziarahan beserta perlengkapannya. Oleh karena itu, para peziarah harus menyediakan sesaji dan uang.
Berkenaan dengan ziarah ini, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi. Pelanggaran terhadap pantangan-pantangan ini diyakini dapat menyebabkan musibah bagi pelanggarnya.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2008/01/legenda-batu-kuda.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Legenda Batu Kuda — Cerita Rakyat, Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |