|
|
|
|
|
|
Legenda Batu Perahu Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, ada dua orang sakti yang saling bermusuhan, yaitu Datu Ayuh dan Datu Samalihing (Pangalih). Mereka berkelahi di tepi Sungai Alai. Datu Ayuh yang kalah dalam perkelahian tersebut harus merelakan perahunya disita dan dijadikan batu oleh Datu Samalihing. Batu ini, yang kini memiliki panjang sekitar 6 meter dan berada di tepi sungai, sekilas memang menyerupai perahu. Cerita tentang batu perahu ini terus berkembang di masyarakat hingga sekarang.
Legenda ini berasal dari Desa Batu Perahu, salah satu desa di pedalaman Pegunungan Meratus, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa ini dihuni oleh sekitar 305 jiwa warga suku Dayak Meratus. Keberadaan hamparan bebatuan berukuran sedang dan besar di tengah desa, serta legenda tentang batu perahu, diyakini menjadi asal-usul nama desa tersebut. Banyak warga dari berbagai daerah datang mengunjungi batu ini dengan berbagai hajat dan menjadikannya batu keramat pada waktu-waktu tertentu.
Sumber: https://mediaindonesia.com/nusantara/492885/legenda-desa-batu-perahu-di-pedalaman-meratus
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |