×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Desa Cabeankunti, Cepogo, Boyolali

Legenda Watu Penganten

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Watu Penganten (Batu Pengantin) adalah nama sebuah dusun di Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali. Nama dusun ini berasal dari cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat setempat.

Cerita

Dahulu, sekitar tahun 1800-an, dusun ini bernama Jotosan. Suatu hari, sepasang pengantin melintas di Jotosan. Mereka kemudian bertemu dengan seorang wali. Wali tersebut menyapa mereka, tetapi pasangan pengantin itu tidak menjawab, hanya diam saja. Sang wali kemudian berujar, "pengantin kok seperti batu (karena diam saja)". Ajaibnya, tidak lama setelah ucapan wali tersebut, pasangan pengantin itu berubah menjadi batu. Tidak hanya pasangan pengantinnya, para pengiring mereka juga berubah menjadi kerikil-kerikil yang berserakan di sekitar batu besar berwarna hitam tersebut. Batu tersebut hingga kini masih bisa ditemukan di bagian utara dusun, tepatnya di ladang tepi sungai.

Mitos dan Kepercayaan

  • Pengantin baru sebaiknya tidak melewati jalan dekat Watu Penganten agar tidak hilang atau pernikahannya tetap langgeng.
  • Warga Watu Penganten sebaiknya tidak menikah dengan warga Desa Candigatak (desa di sebelah timur dusun tersebut) karena dikhawatirkan mengalami nasib tidak baik seperti rezeki seret seumur hidup atau salah satu pasangan meninggal dunia di usia muda.
  • Hingga sekarang, tidak ada sumur yang bisa dibangun di Watu Penganten; air tidak akan keluar meski sudah digali cukup dalam.

Asal & Persebaran

Cerita rakyat ini berasal dari Dusun Watu Penganten, Desa Cabeankunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Sumber: https://inibaru.id/tradisinesia/legenda-watu-penganten-boyolali-yang-dulunya-pasangan-penganten

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kain Tenun Ikat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Motif Kain

Deskripsi Tenun ikat adalah kain tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, melainkan juga sebagai...

Soto Bebek Klat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Soto Bebek Klaten adalah salah satu varian soto khas Nusantara yang unik karena menggunakan daging bebek sebagai isian utamanya, berbeda d...

Seloko Adat Mel...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Seloko adat adalah prinsip hidup dan hukum kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Melayu Kerinci. Prinsip-pri...

Gulai Sabo

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai sabo adalah makanan khas dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Makanan ini populer di kawasan wisata Pohon Seribu Sasak dan...

Ta Ina Luhu

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, hiduplah seorang putri bernama Ta Ina Luhu, anak dari Raja Negeri Luhu di Pulau Seram. Raja Luhu dikenal bijaksana, baik, dan be...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...