|
|
|
|
|
|
Mitos Malik Ibrahim Sebagai Sunan Gresik Dalam Cerita Gambar Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Mitos Malik Ibrahim sebagai Sunan Gresik dalam media cerita-gambar digubah untuk mengungkap situasi kebudayaan Islam di Jawa, didukung oleh faktor-faktor historis seperti gejolak politik Majapahit, berkembangnya Gresik sebagai kota pelabuhan penting, dan tradisi ziarah kontemporer. Cerita-gambar ini menghadirkan pergulatan ideologi, di mana kepercayaan kuno hidup dalam dominasi Islam, dan Islam menjadi dominan dengan cara pra-Islam, serta gelombang "pemurnian" Islam mengambil peluang dari situasi tersebut.
Tokoh Sunan Gresik selalu disebut sebagai yang pertama atau tertua dalam kisah Wali Sanga, berdasarkan makam tua di Gerbang Wetan, Gresik, atas nama Malik Ibrahim (tahun 1419 Masehi). Meskipun demikian, tidak ada bukti sejarah yang pasti bahwa Malik Ibrahim adalah salah satu dari Wali Sanga. Penelitian ilmiah bahkan menyimpulkan bahwa kisah Malik Ibrahim dipaksakan untuk terhubung dengan Islamisasi Jawa yang sebenarnya sudah berlangsung jauh lebih awal di Jawa Timur. Malik Ibrahim, yang juga disebut Mawlāna Maghribi, mungkin adalah orang asing, didukung oleh fakta nisan marmer dari luar negeri. Meskipun Wali Sanga dikenal luas di Jawa, dengan makam-makam yang menarik peziarah, cerita-cerita tentang mereka lebih menyerupai dongeng daripada sejarah ilmiah. Cerita-cerita ini, yang kemungkinan berawal dari susastra lisan, kini banyak ditemukan dalam bentuk buku cerita, buku cerita-gambar, dan gambar hidup. Dua cerita-gambar bersambung tentang Wali Sanga "pertama", yaitu Syeih Maulana Malik Ibrahim (episode pertama) dan Sunan Gresik (episode kedua) karya B. Affandy dan M. B. Rahimsyah, menjadi fokus survei ini karena distribusinya di makam-makam Wali Sanga dan sosialisasi sebagai "sejarah".
Survei ini bertujuan untuk meninjau konstruksi tekstual sebuah mitos, bagaimana mitos secara tidak langsung menggambarkan sejarah, dan wacana sosio-politik yang membentuk reproduksi mitos tersebut. Data terbatas tentang Malik Ibrahim memungkinkan pembentukan naratif untuk akomodasi politik identitas bagi kepentingan dakwah Islam, sehingga naratif di luar data dapat diperiksa dalam konteks konstruksi mitos.
Konsep mitos dalam semiotika, khususnya menurut Barthes, merujuk pada naturalisasi makna konotatif yang berfungsi seperti gagasan ideologis. Mitos menjadikan pandangan dunia tertentu tidak tergugat karena dianggap alami atau kodrati, digubah untuk memberikan pembenaran abadi pada kontingensi historis. Makna konotatif ini adalah produk hubungan dengan penanda dari wacana budaya yang lebih luas, seperti keyakinan dan ideologi, sehingga makna berkembang dari tanda terberi menjadi tanda tunggal yang dibebani beragam makna. Ketika konotasi menjadi hegemonik dan diterima sebagai "normal" dan "alami", maknanya berlaku sebagai peta konseptual untuk memahami dunia. Inilah mitos, suatu sistem semiologis tingkat kedua atau metabahasa, yang perlu dibongkar untuk mengungkap normalitas dan naturalisasinya yang semu dan mengelabui.
Cerita-gambar secara sistematis memadukan kata-kata dan gambar. Elemen-elemen kode representasional, termasuk gambar, teks, balon kata-kata, balon renungan, garis-garis gerak, dan bingkai panel, dapat dimanipulasi dengan canggih. Cerita-gambar adalah tempat di mana kata-kata dan gambar bersilangan. Gambar bisa menjadi ilustrasi bagi teks yang sudah lengkap, atau kata-kata bisa menjadi jalur suara untuk rangkaian visual. Kata-kata dan gambar dapat saling mereplikasi.
Sumber: https://borobudurwriters.id/kolom/sunan-gresik-dalam-cerita-gambar-konstruksi-sebuah-mitos
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |