×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Lampung

Nuwo Sesat

Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Rumah adat Lampung dikenal dengan sebutan Nuwo Sesat atau Balai Agung. Dalam bahasa daerah setempat, "Nuwo" berarti rumah atau tempat tinggal dan "Sesat" bermakna musyawarah. Nuwo Sesat adalah tempat pertemuan adat para perwatin (penyimbang) ketika mengadakan pepung adat atau musyawarah. Rumah adat ini terbuat dari kayu dan berbentuk panggung.

Bagian-bagian

Nuwo Sesat terbagi menjadi beberapa bagian:

  • Anjungan: serambi yang digunakan sebagai tempat pertemuan kecil.
  • Pusiban: ruang dalam rumah yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah atau pertemuan resmi.
  • Ruang Tetabuhan: tempat menyimpan alat musik tradisional.
  • Ruang Gajah Merem: ruangan ini digunakan untuk tempat istirahat untuk para penyimbang.
  • Ijan Geladak: tangga yang terletak di depan rumah dan dilengkapi dengan atap rumah adat Rurung Agung.

Struktur & Bagian

Rumah adat Lampung memiliki konstruksi bangunan bertingkat atau rumah panggung. Pondasi bangunan menggabungkan batu bata atau batu kali, semen, coral, dan air yang dibentuk dengan pola cakar ayam. Juga digunakan batu berbentuk persegi sebagai pondasi bangunan utamanya. Rumah ini berlantai kayu, biasanya dipotong menjadi lembaran-lembaran berbentuk persegi panjang, dan diperkuat dengan bambu. Dindingnya menggunakan kayu bertekstur padat dan kuat, dilapisi bahan anti rayap. Dalam satu rumah adat, terdapat 20-25 tiang penyangga, dengan 15-20 tiang utama. Desain atapnya dibuat seperti bubungan, dengan ujungnya menjadi titik fokus atap dan terdapat bulatan dasar kayu yang dilapisi tembaga. Di bagian depan rumah, terdapat tangga kayu sebagai pintu masuk utama.

Fungsi & Filosofi

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, Nuwo Sesat memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Lampung. Rumah ini digunakan sebagai tempat pertemuan adat, upacara keagamaan, serta berbagai acara budaya dan sosial lainnya, memperkuat ikatan sosial antaranggota masyarakat. Nuwo Sesat juga sering digunakan sebagai pusat pendidikan budaya bagi generasi muda untuk mempelajari tradisi dan nilai-nilai Lampung. Bentuk rumah panggung disesuaikan dengan kondisi alam Lampung yang dikelilingi perbukitan dan hutan serta adanya hewan liar dan wilayah rawan banjir, juga efektif menahan longsor dan gempa karena tiang penyangga yang kuat. Selain itu, rumah panggung membantu sirkulasi udara lebih baik dan mendukung penyerapan air ke dalam tanah untuk mencegah banjir.

Sejarah

Pada abad ke-19, saat Gunung Krakatau meletus, banyak bangunan porak poranda, namun rumah adat Lamban Dalom dari Marga Balak di Kabupaten Lampung Barat mengalami sedikit kerusakan dan strukturnya tetap utuh, padahal usianya hampir 100 tahun. Sebagian besar rumah adat Nuwo Sesat yang ada hingga kini adalah bangunan asli yang dibangun sebelum abad ke-19.

Fungsi Rumah Adat Nuwo Sesat Berdasarkan Jenisnya

  • Purwatin (Penyimbang Adat): Berfungsi sebagai tempat pertemuan adat bagi para purwatin (penyimbang adat) untuk mengadakan musyawarah atau pepung adat. Tempat ini sering digunakan untuk diskusi dan keputusan bersama dalam masyarakat Lampung.
  • Sesat Balai Agung: Sering digunakan sebagai ikon dan tempat musyawarah adat. Untuk memasuki Sesat Balai Agung, seseorang harus melewati tangga jambat agung yang dihiasi payung-payung besar berwarna putih, kuning, dan merah. Payung-payung ini melambangkan tingkat marga, kampung, dan suku di Lampung, serta menjadi lambang kesatuan masyarakat.
  • Nuwo Balak: Berarti rumah besar yang digunakan sebagai tempat tinggal kepala suku atau penyeimbang adat. Bangunan utama terbagi menjadi beberapa ruang, termasuk ruang pertemuan, ruang keluarga, dan delapan kamar tidur.

Sumber: https://www.orami.co.id/magazine/rumah-adat-lampung

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Benteng Van Der...

Oleh Kyas1 | 28 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Benteng Van der Wijck merupakan benteng tua peninggalan sejarah Hindia Belanda. Lokasinya berada di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, sekitar...

Tradisi Memasak...

Oleh Kyas1 | 28 Jul 2026.
Ritual

Deskripsi Masyarakat Bengkulu Tengah, khususnya suku Rejang, masih mempertahankan tradisi dalam proses memasak makanan untuk pesta pernikahan. Tradi...

Rampak Rebana B...

Oleh Kyas1 | 28 Jul 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Rampak Rebana Belarak merupakan tradisi tertua di Bengkulu Tengah. Tradisi ini adalah penyambutan tamu penting, pengantin, dan orang penti...

Pendap

Oleh Kyas1 | 28 Jul 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Pendap adalah kudapan berbahan dasar ikan khas Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Keunikannya terletak pada penggunaan daun ta...

Curup Gangsa

Oleh Kyas1 | 28 Jul 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Curup Gangsa adalah air terjun yang berlokasi di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...