|
|
|
|
|
|
Pandu Banjut Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Pandu Dewanata, raja Kerajaan Hastina, menderita sakit parah setelah bertempur dalam Perang Pamuksa melawan Prabu Tremboko. Meskipun berhasil menewaskan Prabu Tremboko dengan Keris Pulanggeni, Prabu Pandu sendiri terluka parah akibat tusukan Keris Kalanadah milik Prabu Tremboko. Sakitnya semakin parah, dan ia teringat kutukan Resi Kindama belasan tahun lalu. Kutukan itu berawal ketika Prabu Pandu memanah Resi Kindama dan Rara Dremi yang berwujud kijang, menyebabkan keduanya tewas. Sebelum meninggal, Resi Kindama mengutuk Prabu Pandu bahwa ia akan celaka jika bersetubuh dengan istrinya. Dengan bantuan Resi Druwasa, Prabu Pandu dapat memiliki keturunan tanpa bersentuhan fisik, melahirkan Raden Puntadewa, Raden Bratasena, dan Raden Permadi dari Dewi Kunti, serta janin kembar dari Dewi Madrim. Namun, setelah belasan tahun menahan diri, Prabu Pandu tergoda dan bermesraan dengan Dewi Madrim saat tamasya, membuat kutukan Resi Kindama menjadi kenyataan dan menyebabkan luka parahnya. Merasa ajalnya sudah dekat, Prabu Pandu mengumpulkan keluarganya dan ingin mengembalikan takhta Hastina kepada Resiwara Bisma. Resiwara Bisma berniat menyerahkan takhta kepada Raden Puntadewa, namun Patih Sangkuni menyela, berpendapat bahwa Raden Puntadewa belum siap menjadi raja karena belum menamatkan pendidikan ilmu perang. Meskipun Raden Bratasena bersedia melindungi kakaknya dengan kesaktiannya, Patih Sangkuni berargumen bahwa kekuatan fisik tidak sama dengan siasat perang. Resiwara Bisma dan Raden Yamawidura setuju bahwa para Pandawa dan Kurawa harus menyelesaikan pelajaran ilmu perang terlebih dahulu, dan untuk sementara, Adipati Dretarastra akan diangkat sebagai raja wakil. Prabu Pandu merasa lega dan ingin berpamitan kepada ayahnya, Bagawan Abyasa di Padepokan Saptaarga. Raden Bratasena, Raden Permadi, dan para panakawan bersiap menjemput Bagawan Abyasa. Di tempat lain, Prabu Suksara, raja raksasa dari Kerajaan Ekacakra, menerima kedatangan Raden Bakasura, pangeran raksasa dari Kerajaan Pringgadani dan adik Prabu Tremboko. Raden Bakasura menghasut Prabu Suksara untuk menyerang Hastina, dengan alasan membalaskan kematian Prabu Tremboko di tangan Prabu Pandu, dan juga dendam leluhur mereka, Prabu Kuramba, yang tewas di tangan Resi Manumanasa, leluhur Prabu Pandu. Meskipun Prabu Suksara awalnya menolak karena ia bisa menjadi raja berkat kemurahan hati Resiwara Bisma dan Bagawan Abyasa, Patih Bakasura terus-menerus menghasutnya, menyebut Hastina sebagai negeri terbesar dan Prabu Pandu sedang sakit.
Sumber: http://albumkisahwayang.blogspot.co.id/2016/07/pandu-banjut.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Pandu Banjut — Cerita Rakyat, Surakarta · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |