×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ornamen

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Mojokerto

Patung Buddha Tidur Mojokerto

Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 .

Sejarah Singkat

Patung Buddha merupakan asimilasi budaya Helenisme dari Bangsa Yunani. Pada awalnya, ajaran agama Buddha tidak bermaksud mendirikan patung, namun setelah Bangsa Yunani masuk ke India dengan budaya Helenisme, mereka mulai membentuk citra Buddha dalam wujud patung. Melalui Jalur Sutra, agama dan citra patung Buddha mulai tersebar ke berbagai negara, termasuk Asia Tenggara dan China. Di Indonesia, Patung Buddha Tidur dibangun di dalam kompleks Maha Vihara Mojopahit. Patung ini merupakan salah satu dari dua patung Buddha Tidur yang ada di Indonesia, selain yang di Bogor.

Ciri-Ciri

Patung Buddha Tidur di Mojokerto menggambarkan Buddha Gautama. Patung ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Seluruh bagian patung dicat warna kuning keemasan, sementara di bagian bawahnya terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan Buddha Gautama, hukum karmaphala, dan hukum tumimbal lahir. Posisi patung berbaring miring menghadap ke arah selatan dengan kepala bersandar di atas bantal yang disangga lengan kanan.

Posisi Patung

Patung Buddha Tidur (rupang Buddha) menggambarkan Buddha Gautama tengah berbaring menghadap sisi kanan. Kepala patung bersandar di atas bantal yang disangga lengan kanannya. Posisi "sleeping" atau "reclining" ini dipercaya merupakan posisi ketika Sang Buddha Gautama meninggalkan dunia memasuki Nirwana. Sumber lain menyebutkan bahwa posisi berbaring menghadap sisi kanan ini karena Sang Buddha Gautama sedang melakukan meditasi, yang diperjelas dengan adanya ruangan meditasi di bawah rupang. Patung ini menghadap ke arah selatan, yang dianggap sebagai arah kiblat bagi penganut agama Buddha.

Lokasi

Patung Buddha Tidur ini terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dalam kompleks Maha Vihara Mojopahit. Lokasinya berada di tengah perkampungan yang dekat dengan persawahan, menciptakan suasana yang tenang dan sejuk. Area ini sering dikunjungi wisatawan, baik untuk beribadah maupun rombongan non-Buddhis, terutama saat liburan sekolah. Pihak vihara terbuka menerima kunjungan dan memberikan informasi terkait.

Kawasan Maha Vihara Mojopahit

Kompleks Maha Vihara Mojopahit memiliki suasana yang teduh dan damai, dikelilingi pepohonan rindang dan dekat dengan desa persawahan. Selain Patung Buddha Tidur, di kompleks ini juga terdapat bangunan-bangunan yang berhubungan dengan keagamaan dan sejarah, serta sebuah vihara untuk sembahyang umat Buddha. Dinding belakang bangunan utama vihara memiliki relief-relief besar yang menceritakan Sang Buddha Gautama sedang mengamalkan ajarannya. Meskipun merupakan tempat ibadah umat Buddha, pengunjung dari agama lain diperbolehkan masuk dengan syarat menjaga ketenangan.

  • Candi Tikus
  • Candi Bajang Ratu
  • Candi Wringin Lawang
  • Candi Kedaton
  • Candi Gentong
  • Candi Brahu
  • Candi Gentong Miniatur
  • Candi Borobudur
  • Patung Kera Sakti

Sumber: https://sejarahlengkap.com/indonesia/sejarah-patung-buddha-tidur-di-mojokerto-beserta-ciri-cirinya

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Patung Buddha T...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ornamen

Sejarah Singkat Patung Buddha merupakan asimilasi budaya Helenisme dari Bangsa Yunani. Pada awalnya, ajaran agama Buddha tidak bermaksud mendirikan...

Warige

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Warige adalah sebuah acuan dalam melihat pertanda dan perilaku tertentu dengan berpatokan pada gejala bintang, tanaman, dan hewan yang dit...

Tari Kalegoa

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Kalegoa adalah kesenian tari tradisional yang menggambarkan suka duka gadis Buton pada saat menjalani pingitan atau tradisi adat posu...

Tari Rara Ngige...

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Tarian

Asal Usul dan Sejarah Tari Rara Ngigel merupakan salah satu tari kreasi baru di Indonesia. Tari ini diciptakan oleh Ida Wibowo, putri dari koreograf...

Dang Gedunai

Oleh Kyas1 | 23 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala di Riau, hiduplah seorang anak bernama Dang Gedunai bersama ibunya. Dang Gedunai adalah anak yang keras kepala dan sering mengaba...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...