×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pesanggrahan Ngeksiganda

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Pesanggrahan Ngeksiganda, juga dikenal sebagai Pesanggrahan Ngeksigondo, adalah bangunan bersejarah yang terletak di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewan Pakem, Kabupaten Sleman, di lereng kawasan Kaliurang. Bangunan ini memiliki arsitektur lokal dengan luas 1.104 meter persegi di atas lahan 17.888 meter persegi. Awalnya dibangun oleh warga Belanda sebagai rumah peristirahatan pada awal abad ke-20, kemudian dibeli oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VIII sekitar tahun 1927 dan dimodifikasi menjadi pesanggrahan untuk keluarga Sultan.

Makna Filosofis

Nama Ngeksiganda memiliki makna filosofis yang mendalam, diambil dari bahasa Sanskerta seperti yang dijelaskan dalam naskah Serat Wedhatama. Kata "ngeksi" berarti "mata" dan "ganda" berarti "harum", yang jika digabungkan menjadi "mata arum". Istilah ini kemudian dimaknai sebagai kiasan untuk "Mataram", mencerminkan keharuman dan kejayaan kebudayaan Mataram yang dijaga oleh Kasultanan Yogyakarta.

Peran Penting dalam Sejarah Diplomasi Indonesia

Pesanggrahan Ngeksiganda memiliki peranan krusial dalam sejarah modern Indonesia. Pada tahun 1947, selama Agresi Militer Belanda I, Sri Sultan Hamengku Buwana IX meminjamkan pesanggrahan ini kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi tempat perundingan Komisi Tiga Negara (KTN). Perundingan ini diadakan pada 26 Agustus 1947 dengan delegasi dari Australia (mewakili Indonesia), Belgia (mewakili Belanda), dan Amerika Serikat (sebagai penengah). Pertemuan di Ngeksiganda menjadi dasar bagi Perjanjian Renville yang ditandatangani pada 17 Januari 1948, menjadikan pesanggrahan ini saksi bisu perjuangan kedaulatan Indonesia.

Tradisi dan Nilai Budaya

Selain nilai sejarah, Pesanggrahan Ngeksiganda juga melestarikan tradisi budaya. Setiap bulan Ruwah (Syaban), diselenggarakan uyon-uyon, yaitu pertunjukan gamelan tradisional Jawa yang berlangsung dua sesi (pagi dan malam). Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan pembacaan tembang, yang memadukan spiritualitas dan seni khas Jawa.

Arsitektur dan Bagian-Bagian Bangunan

Bangunan ini menghadap ke barat daya dan menampilkan perpaduan harmonis antara gaya kolonial dan unsur tradisional Jawa. Konstruksi utama menggunakan kayu jati, atap seng, dan plafon logam. Pesanggrahan ini terdiri dari empat bagian utama:

  • Gedung Induk: Pusat kegiatan dengan ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan ruang makan, mempertahankan struktur kayu jati dan tegel klasik.
  • Gedung Gamelan (Gongso): Lokasi utama pertemuan KTN tahun 1947 dan dahulu digunakan untuk pementasan gamelan menyambut tamu kehormatan.
  • Gedung Diesel: Berfungsi sebagai ruang instalasi listrik cadangan.
  • Gedung Telepon: Digunakan untuk menerima sambungan telepon dari operator pusat, suatu hal yang langka pada masanya.

Sumber: https://beritajatim.id/pesanggrahan-ngeksiganda-cagar-budaya-yogyakarta

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Botok Masin

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Botok Masin adalah makanan khas daerah pesisir, khususnya dari Juwana, Pati, yang memiliki kombinasi rasa asam, manis, dan gurih. Ciri kha...

Alen-alen

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Alen-alen adalah jajanan atau cemilan khas Trenggalek, Jawa Timur. Rasanya gurih dan renyah. Namanya berasal dari kata "ali-ali" k...

Mi Jebew

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Mi Jebew adalah makanan khas Garut yang menggunakan bahan dasar mi telur atau keriting. Ciri khasnya adalah rasa pedas dari campuran minya...

Rumbah Semangge...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Rumbah Semanggen adalah kuliner khas dari Indramayu yang berbahan dasar tanaman semanggi. Daun semanggi banyak tumbuh di sawah maupun rawa...

Kue Gemblong

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Gemblong adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, berbentuk bulat, digoreng, dan dilapisi dengan larutan gula setelah...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...