|
|
|
|
|
|
Pisang Plenet Semarang Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Pisang plenet Semarang adalah jajanan pisang bakar yang dipipihkan, kemudian diberi tambahan seperti selai nanas, cokelat, atau gula. Nama "plenet" merujuk pada proses menekan atau memenyet pisangnya. Ciri utama jajanan ini terletak pada pisang yang dibakar lalu ditekan hingga pipih. Bentuk pipih ini juga menjadi bagian dari cara penyajiannya. Beberapa penjual mungkin memiliki variasi dalam bentuk sajian dan pilihan isian, sehingga disarankan untuk menanyakan opsi yang tersedia saat membeli. Contoh penyajian Mbah Di menunjukkan pisang yang sudah dipipihkan diberi tambahan rasa, lalu ditutup dengan pisang pipih lainnya, menyerupai susunan berlapis. Namun, ada juga contoh lain seperti pisang plenet Pak Yuli yang berbentuk bundar dengan tambahan di bagian tengah dan atas. Hal yang konsisten adalah pisang bakar yang dipipihkan.
Proses penyajian pisang plenet melibatkan beberapa tahapan. Pertama, pisang dibakar di atas bara sampai layu dan berwarna kecokelatan. Setelah dibakar, pisang ditekan menggunakan papan kecil hingga pipih. Kemudian, pisang yang sudah pipih dioleskan margarin, diberi pilihan rasa, dan bisa ditutup dengan pisang pipih lainnya. Isian berada di antara lapisan pisang, sementara topping ditempatkan di bagian atas. Beberapa penjual mungkin menyajikan tambahan di tengah sekaligus di atas pisang. Tekstur pisang bakarnya dideskripsikan sebagai lembut dan disarankan dinikmati selagi panas.
Pisang plenet menawarkan berbagai pilihan isian, di antaranya nanas, cokelat, dan gula. Selai nanas memiliki cita rasa asam dan manis. Untuk pilihan cokelat, beberapa penjual menggunakan meses, sementara yang lain mungkin menggunakan bentuk cokelat lainnya. Pilihan gula juga bervariasi; ada yang menggunakan gula putih bubuk, gula pasir, atau mentega gula. Kombinasi rasa seperti cokelat-keju juga merupakan salah satu variasi yang bisa ditemukan pada penjual tertentu. Pembeli disarankan untuk menanyakan bentuk dan penyajian bahan tambahan kepada penjual.
Jalan Pemuda di Semarang muncul dalam dokumentasi penjual pisang plenet. Pak Subandi tercatat berjualan di Jalan Pemuda, Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah. Sementara itu, ayah Pak Yuli dilaporkan sebelumnya berjualan di Jalan Pemuda, meskipun Pak Yuli sendiri saat ini berjualan di Jalan Gajahmada, Semarang Tengah. Penting untuk mengonfirmasi lokasi dan pilihan rasa yang tersedia saat ini sebelum berkunjung.
Sumber: https://warakngendog.com/kuliner/pisang-plenet-semarang
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |