|
|
|
|
|
|
Putri Bidadari Si Boru Natumandi Hutabarat Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Putri Bidadari Si Boru Natumandi Hutabarat adalah legenda masyarakat Batak di Tapanuli Utara yang telah ada ratusan tahun silam. Si Boru Tumandi, putri Raja Hutabarat, dikenal sangat cantik pada zamannya. Suatu ketika, Raja Hutabarat mencari menantu untuk putrinya. Para pelamar harus melewati "tangga pisau" yang tajam untuk mencapai rumah putri yang terpencil di ketinggian. Banyak yang gagal hingga suatu hari datanglah seorang pelamar sakti bersama rombongan yang tak mempan pisau dan membawa bakul emas murni. Raja Hutabarat sangat kagum dan menikahkan putrinya dalam pesta tujuh hari tujuh malam. Setelah beberapa waktu, putri dan menantunya, bersama anak pertama mereka, mengunjungi Raja Hutabarat. Raja sangat senang namun harus melepas mereka kembali. Pada kunjungan kedua, putri dan suami bersama dua anak datang meminta doa. Ibu Si Boru Tumandi ingin ikut ke negeri menantunya, namun ditolak dengan berbagai alasan. Pada kunjungan ketiga, dengan tiga anak, Ibu Si Boru Tumandi bersikukuh untuk ikut. Menantunya akhirnya setuju dengan syarat sang ibu harus membawa sebakul dedak padi dan menaburkannya sepanjang jalan sebagai penunjuk arah pulang. Di tengah perjalanan, ketika berada di tepi sungai yang deras, Si Boru Tumandi bersama suami dan anak-anaknya berubah wujud menjadi ular besar dan masuk ke sungai. Sang ibu kebingungan, lalu menyadari apa yang terjadi. Ia berlari mengikuti taburan dedak kembali pulang. Sesampainya di rumah, ia menceritakan apa yang disaksikannya kepada Raja Hutabarat. Sang Raja terpukul dan menyesal telah mencari menantu yang sakti melebihi manusia biasa. Kemudian, Raja Hutabarat mengadakan ritus dengan mengumpulkan raja-raja Hutabarat lainnya untuk menggelar pesta gondang dan tarian selama tujuh hari tujuh malam, memohon belas kasihan Sang Pencipta agar tidak lagi memberikan putri-putri yang sangat cantik kepada Hutabarat.
Kisah ini mengandung pesan tentang penyesalan Raja Hutabarat atas kesombongan mencari menantu yang sakti melebihi manusia biasa, yang berujung pada hilangnya putrinya secara misterius.
Cerita rakyat ini berasal dari Sumatera Utara, khususnya berkembang di kalangan masyarakat Batak di Tapanuli Utara. Kisah ini telah berkembang selama ratusan tahun.
Sumber: https://www.infobudaya.net/2021/05/legenda-putri-bidadari-si-boru-natumandi-hutabarat
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |