×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Sulawesi Selatan

Putri Tadampalik

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Di Kerajaan Luwu, hiduplah Putri Tadampalik, putri cantik dari Raja Luwu Datu Luwu la Bustana Daru Maongge. Kecantikannya memikat banyak orang, termasuk Pangeran Bone, yang kemudian melamarnya. Raja Luwu bimbang karena adat melarang putrinya menikah di luar suku, namun ia juga takut jika menolak, Kerajaan Bone yang kuat akan menyerang negerinya. Akhirnya, Raja Luwu memutuskan untuk menerima pinangan tersebut. Namun, beberapa minggu kemudian, Putri Tadampalik jatuh sakit dengan penyakit aneh. Kulitnya yang mulus kini dipenuhi benjolan bernanah dan berbau amis. Setelah para tabib menyerah, Raja Luwu yang khawatir penyakit itu menular, dengan berat hati mengasingkan putrinya. Sebuah rakit raksasa dibuat untuk membawa sang putri, ditemani beberapa pengawal dan dayang setia, menuju muara. Raja Luwu memberikan keris pusaka dan berpesan agar putrinya menjaga diri. Setelah berlayar berhari-hari, mereka menemukan tempat subur dan memutuskan berlabuh. Di sana, mereka membangun pemukiman dan mulai bercocok tanam. Karena banyaknya pohon Wajo, tempat itu dinamakan Desa Wajo, dan sang putri diberi gelar Putri Wajo. Suatu hari, seekor kerbau bule datang dan menjilati kulit Putri Tadampalik. Air liurnya terasa sejuk, dan kerbau itu terus datang setiap hari hingga kulit sang putri sembuh total, bahkan menjadi lebih putih dan mulus. Sebagai ungkapan syukur, Putri Tadampalik melarang rakyat dan keturunannya mengganggu atau menyembelih kerbau bule. Singkat cerita, Pangeran Bone tersesat saat berburu dan menemukan perkampungan Putri Tadampalik. Terpesona oleh kecantikannya, ia jatuh cinta tanpa mengetahui bahwa ia telah bertunangan dengan sang putri. Setelah beberapa hari, Pangeran Bone menyatakan keinginannya untuk menikahi Putri Tadampalik. Beberapa hari kemudian, ia kembali bersama utusannya untuk meminang secara resmi. Putri Tadampalik menyerahkan keris pusaka kerajaan Luwu kepada pangeran, meminta agar keris itu diberikan kepada ayahnya. Jika keris itu diterima, lamaran Pangeran Bone diterima. Pangeran Bone kembali ke Datu Luwu dengan semangat, menceritakan pertemuannya dan niatnya. Datu Luwu sangat gembira mendengar kesembuhan putrinya dan menganggap ini sebagai restu Tuhan. Seminggu kemudian, pesta pernikahan meriah dilangsungkan. Pangeran Bone memboyong Putri Tadampalik ke Bone, tempat mereka hidup bahagia selamanya.

Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2010/01/putri-tadampalik.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Ayam Goreng Pad...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Ayam goreng Padang adalah hidangan ayam goreng dengan rasa spesial yang didapatkan dari bumbu rempah dan proses memasak yang tepat. Hidang...

Wajit

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Wajit adalah makanan tradisional yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Sunda, khususnya di Kecamatan Cililin, Kabupat...

Bakso Cuanki Ud...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Cuanki adalah jajanan sejenis bakso khas Bandung yang secara tradisional dijajakan oleh penjual dengan berjalan kaki. Resep ini adalah var...

Ritual Penanama...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Ritual penanaman padi tradisional masyarakat Rongga adalah sebuah studi etnopragmatik yang berupaya memahami praktik sosial yang terikat o...

Blangkon Sumene...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Blangkon khas Sumenep adalah penutup kepala tradisional yang sering dipakai oleh raja-raja terdahulu dan saat ini dilestarikan oleh pemeri...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...