|
|
|
|
|
|
Raja Empedu Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Di daerah Hulu Sungai Nusa, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dahulu kala ada sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja muda yang sangat sakti bernama Raja Empedu. Kerajaan ini berdampingan dengan dua kerajaan lain: Kerajaan Lesung Batu yang diperintah oleh Pangeran Mas yang kaya raya, dan Negeri Kampung Suku Kubu yang diperintah oleh Raja Kubu yang sakti mandraguna. Suatu hari, Pangeran Mas dari Lesung Batu kesulitan memelihara ternak kerbaunya yang semakin banyak. Ia menawarkan untuk "meminjamkan" sebagian ternaknya kepada siapa saja dengan syarat ternak tetap miliknya dan pembagian hasil adil jika beranak. Raja Kubu tertarik dan mengirim utusan untuk menerima tawaran tersebut. Pangeran Mas setuju dan mengirim puluhan ekor kerbau jantan dan betina kepada Raja Kubu. Raja Kubu dengan senang hati memelihara kerbau-kerbau tersebut, yang berkembang biak dengan sangat cepat sehingga daerah Kampung Kubu sebagian besar menjadi kubangan kerbau. Sejak saat itu, negeri itu dikenal sebagai Negeri Kubang dan rajanya disebut Raja Kubang. Ketika Pangeran Mas merasa sudah waktunya mengambil bagian hasilnya, ia mengirim utusan ke Negeri Kubang. Namun, Raja Kubang mengingkari janjinya, menolak berbagi hasil, dan menganggap semua kerbau miliknya sendiri. Utusan pulang dengan tangan hampa, dan Pangeran Mas sangat marah. Mengetahui kesaktian Raja Kubang dan banyaknya pengawal tangguh, Pangeran Mas memutuskan meminta bantuan Raja Empedu yang juga terkenal sakti. Keesokan harinya, Pangeran Mas menemui Raja Empedu di Negeri Hulu Sungai Nusa. Raja Empedu bersedia membantu dengan strategi membagi pasukan menjadi dua. Pasukan pertama akan mengadakan pertunjukan tari pedang dan lagu merdu di Negeri Kubang untuk menarik perhatian penduduk dan Raja Kubang. Sementara rakyat asyik menonton, pasukan kedua yang dipimpin Raja Empedu dan Pangeran Mas akan membakar seluruh pemukiman di Negeri Kubang, lalu mengepung Raja Kubang dan pengawalnya di lapangan. Strategi ini berhasil. Saat rakyat dan Raja Kubang asyik menyaksikan pertunjukan, pasukan kedua membakar rumah-rumah dan kemudian mengepung mereka di lapangan. Raja Kubang terkejut dan tidak berdaya tanpa persiapan, sehingga menyerah tanpa perlawanan. Seluruh kerbau kemudian digiring ke Negeri Lesung Batu. Sebagai tanda terima kasih, Pangeran Mas menyerahkan puteri semata wayangnya, Putri Darah Putih yang cantik jelita, kepada Raja Empedu untuk dijadikan istri. Setelah menikah, Raja Empedu membawa istrinya untuk tinggal dan memerintah di Kerajaan Hulu Sungai Nusa. Pangeran Mas, yang sedih karena putrinya pergi, sering pergi ke Tebing Ajam, dataran tinggi tempat ia bisa meninjau Negeri Hulu Sungai dari kejauhan. Karena seringnya ia "meninjau" putrinya dari sana, tebing itu kemudian dikenal sebagai Tebing Peninjauan.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2010/10/raja-empedu.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |