|
|
|
|
|
|
Rumah Depati Bahar Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Rumah Depati Bahar adalah rumah adat suku Bengkulah yang berlokasi di Desa Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Rumah ini merupakan peninggalan Pangeran dan Pesirah Kemargaan Bengkulah. Bangunan ini berbentuk rumah panggung dengan luas 120 meter persegi dan terlihat masih kokoh. Arsitektur rumah adat Bengkulah kental dengan nuansa Melayu dan Sriwijaya, dipengaruhi oleh tiga kerajaan serumpun Melayu: Sriwijaya, Skala Brak, dan Kesultanan Palembang Darussalam. Rumah ini menghadap matahari terbit, yang dipercaya membawa cahaya, harapan, ketenteraman, kedamaian, dan kenyamanan. Arah ini juga melambangkan pemimpin yang harus bijaksana dalam menyikapi masa lalu.
Bangunan utama rumah ini dibangun menggunakan kayu merawan, sementara tiang-tiangnya terbuat dari kayu unglen. Rumah ini dibangun dengan sistem baji, yang membuatnya memiliki tingkat kelenturan tinggi terhadap gempa bumi. Tiang penyangganya besar dan kokoh, tanpa sambungan maupun paku. Lantai dan dinding rumah juga terbuat dari kayu merawan tanpa sambungan.
Rumah Depati Bahar dulunya berfungsi sebagai pusat pemerintahan marga atau suku Bengkulah. Pada awalnya, pusat pemerintahan suku Bengkulah terletak di Tepi Sungai Bengkulah, Tiuh Usang Desa Negeri Ratu (sekarang Sabah/Pulau Gemantung Ilir). Namun, karena musibah kebakaran, pusat pemerintahan dipindahkan ke Kampung Balak Desa Negeri Ratu (sekarang Dusun III Desa Pulau Gemantung Induk). Rumah ini juga memiliki filosofi untuk mempertahankan adat istiadat dan nilai-nilai syariat Islam. Pada awalnya, rumah adat Bengkulah berfungsi sebagai kediaman depati atau pesirah.
Rumah ini merupakan peninggalan Pangeran dan Pesirah Kemargaan Bengkulah yang berpusat di Desa Negeri Ratu, yang kini dikenal sebagai Desa Pulau Gemantung Induk Dusun III, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat Pulau Gemantung merupakan suku Komering Bengkulah, satu klan dari Suku Lampung yang berasal dari Kepaksian Sekala Brak dan telah bermigrasi ke dataran Sumatera Selatan sekitar abad ke-7.
Sumber: http://kayuagungradio.com/rumah-adat-bengkulah-dibangun-1897-bertahan-hingga-zaman-now
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |