|
|
|
|
|
|
Sabîlul-muhtadîn Fît-tafaqquh Bi Amrid-dîn Tanggal 31 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Manuskrip kitab “Sabîlul-Muhtadîn fît-Tafaqquh bi Amrid-Dîn” adalah tulisan tangan Syekh Muhammad Arsyad Banjar. Manuskrip ini memiliki ketebalan 288 halaman, dengan rata-rata 23 baris teks di setiap halaman. Kondisi tulisan sangat bagus, jelas, dan mudah dibaca. Teks pada naskah ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu menggunakan aksara Jawi, dengan kombinasi tinta berwarna merah dan hitam.
Kitab ini merupakan kajian tentang fiqih ibadah menurut madzhab Syafi’i. Materi yang dibahas meliputi bersuci, sembahyang, zakat, puasa, haji, perburuan, dan makanan. Syekh Arsyad Banjar menulis kitab ini atas permintaan Sultan Tamhidullah dari Kesultanan Banjar untuk dijadikan acuan dan pedoman bagi masyarakat Muslim Banjar.
Naskah ini ditulis oleh Syekh Muhammad Arsyad Banjar sendiri pada hari Ahad, 27 Rabi’ul Akhir 1195 Hijriah (22 April 1781 M). Syekh Muhammad Arsyad Banjar adalah ulama besar Nusantara abad ke-18 M yang berasal dari Kesultanan Banjar.
Kitab “Sabîlul-Muhtadîn” dicatat sebagai kitab fiqih ibadah terbesar berbahasa Melayu klasik dalam sejarah khazanah literatur Islam Nusantara. Jika manuskrip yang tersimpan di Riyadh ini adalah tulisan tangan asli Syekh Arsyad Banjar, maka naskah ini menjadi acuan utama yang sangat istimewa. Kitab ini juga menjadi penyempurna dari kitab “al-Shirâth al-Mustaqîm” karangan Syekh Nûr al-Dîn Muhammad ibn ‘Alî ibn Hasanjî al-Rânîrî yang memiliki beberapa kekurangan dan kesulitan pemahaman bagi pembaca di luar Aceh.
Manuskrip ini saat ini tersimpan di koleksi perpustakaan Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, dengan nomor kode 2318. Kitab ini pertama kali dicetak di Istanbul pada tahun 1300 H/1882 M atas inisiasi Syekh Ahmad al-Fathânî, kemudian dicetak ulang di Mekkah dan Kairo.
Sumber: https://nu.or.id/pustaka/kitab-fiqih-terbesar-syekh-arsyad-banjar-yang-tersimpan-di-saudi-G4WEC
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |