×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Asal Daerah

Danau Sentani, Papua

Situs Megalitik Khulutiyauw

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Pendahuluan

Pada masa prasejarah, wilayah Indonesia menerima pengaruh budaya megalitik dari berbagai arah, termasuk dari Asia Tenggara melalui dua jalur ke Papua. Salah satu jalur mempengaruhi daerah pantai selatan, barat, dan utara Papua hingga Sungai Mamberamo, sementara jalur lain menyebar ke Mikronesia sebelum menuju daerah Sepik di Papua Nugini, dengan batas barat di daerah Sentani. Di Danau Sentani sendiri, ditemukan unsur-unsur dari "arus utara" seperti pemahatan batu, adat mas kawin, dan rumah panggung.

Kepercayaan Masyarakat Sentani

Kosmologi asli masyarakat Sentani menggambarkan alam semesta sebagai tempat gelap yang dihuni manusia, roh leluhur, dan makhluk gaib. Tokoh dewa pencipta, Hokaimiyea, memisahkan dunia gaib dari dunia nyata. Kepercayaan mereka melibatkan berbagai jenis roh, seperti roh leluhur (mahe), roh di sekitar kampung (uarofo), roh di danau (seumoi dan siburu), dan roh di hutan/gunung (siakhe). Roh leluhur dan arwah orang meninggal bersemayam di halewayo kunduwayo (negeri kekal bahagia) yang dipimpin oleh roh leluhur pertama. Roh-roh ini dikategorikan baik dan tidak baik. Pelaksanaan ritus secara teratur sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan roh-roh, karena kelalaian dapat menimbulkan kemarahan dan bencana.

Deskripsi Situs

Situs Megalitik Khulutiyauw terletak di Bukit Khulutiyauw, sebuah bukit ilalang yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 30 menit dari Kampung Abar. Di permukaan bukit ditemukan pecahan gerabah, cangkang moluska laut, cangkang siput danau, gigi babi, tulang binatang, dan tinggalan megalitik.

Tinggalan Megalitik

  • Menhir: Terletak di puncak Bukit Khulutiyauw pada ketinggian 89 m dpl, berkoordinat S 02° 38' 48.54'' E 140° 31' 03.78''. Berupa batu tegak setinggi 57 cm dan lebar 28 cm, berdiri tunggal dan dikelilingi bongkahan batu tidak beraturan. Menhir semacam ini biasanya menandakan pusat ritual.
  • Papan batu: Terletak di puncak Bukit Khulutiyauw, berupa lempengan batu tebal yang tidak dikerjakan, berfungsi sebagai meja. Berukuran panjang 180 cm, lebar 134 cm, dan tebal 34 cm. Pada masa prasejarah, papan batu digunakan sebagai tempat saji dan pemujaan roh nenek moyang. Papan batu ini dikelilingi oleh papan batu lain yang diperkirakan sebagai tempat pertemuan atau upacara tetua adat.
  • Jalan arwah: Berupa susunan jalan batu yang membentang dari kaki bukit menuju puncak Bukit Khulutiyauw.

Sumber: https://borobudurwriters.id/catatan-arkeolog-hari-suroto-tentang-papua/situs-megalitik-khulutiyauw-sentani-papua

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Legenda Sumala

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Kisah horor ini berlatar Kabupaten Semarang, di mana Sumala adalah sosok hantu yang meneror anak-anak dan seorang gadis bernama Kumala. Ce...

Asal Usul Gunun...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Menurut legenda, Pulau Jawa dulunya tidak seimbang. Para dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Jamurdipa ke tengah Pulau Jawa agar seimban...

Sop Manten Gala...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 1 buah galantin ayam (potong potong) 2 buah wortel iris tipis 1 buah kembang kol ukuran sedang potong2 250 gr jamur kuping segar pot...

Wedang Dongo

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Wedang dongo adalah minuman hangat khas Solo yang sekilas mirip dengan wedang rondhe. Perbedaan utama keduanya terletak pada jumlah ronde...

Jathilan

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Kuda Lumping merupakan tarian rakyat yang berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Yogyakarta, tarian ini dikenal...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...