|
|
|
|
|
|
Tari Rampak Kipas Songket Brada Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Tari rampak kipas songket brada merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari tradisi menenun songket di masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Tradisi menenun di Palembang sendiri sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan dahulu kerap dilakukan oleh perempuan Palembang. Hasil tenun songket Palembang terkenal memiliki corak yang indah dengan menggunakan benang yang dilapisi emas. Tarian ini mengangkat arti penting mempertahankan tradisi songket di masyarakat Palembang yang telah lama ada dalam kebudayaan mereka.
Tari rampak kipas songket brada didominasi oleh gerakan tangan yang menggambarkan para gadis Palembang yang bergembira dalam tradisi menenun membuat kain songket. Tarian ini menceritakan tentang ketekunan dan kegembiraan para gadis Palembang dalam kegiatan menenun songket. Pada bagian akhir pementasan, para penari akan mengeluarkan kipas sebagai ciri utama tarian ini.
Kostum tari rampak kipas songket brada menggunakan baju kurung khas Palembang yang telah dimodifikasi. Modifikasi ini tetap mempertahankan ciri khas baju adat Palembang, terlihat dari warna emas yang mendominasi pakaian serta penggunaan kain songket di bagian bawahnya. Bagian kepala penari dihias dengan mahkota bunga serupa kembang goyang. Properti terpenting dalam tarian ini adalah kipas yang digunakan oleh para penari.
Tari kreasi rampak kipas songket brada diiringi oleh alunan musik dari perpaduan alat musik pukul seperti kendang dan perkusi yang diperdengarkan secara rampak. Selain itu, terdapat tambahan alunan akordion sebagai ciri khas dari musik Melayu Sumatera. Tempo musik dibuat berubah-ubah disesuaikan dengan gerak tarian.
Makna tarian ini mengangkat arti penting mempertahankan tradisi songket di masyarakat Palembang. Selain itu, songket juga menjadi simbol yang mengikat persaudaraan sesama masyarakat Palembang dengan masyarakat nusantara dan dunia. Tarian ini juga menceritakan tentang ketekunan dan kegembiraan para gadis Palembang dalam kegiatan menenun songket.
Secara umum, tari rampak kipas songket brada ditarikan oleh lima orang penari. Namun, jumlah tersebut bukanlah aturan baku, sehingga jumlah penari bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan besar kecilnya panggung tempat pertunjukan yang digunakan.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tari-persaudaraan-yang-terinspirasi-dari-tradisi-menenun-songket-2
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |