×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual

Provinsi

Kalimantan Selatan

Asal Daerah

Kalimantan Selatan

Upacara Kelahiran Masyarakat Banjar

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Peralatan dan Fungsi

  • Upiah pinang (pelepah pinang): digunakan untuk membungkus tembuni (tali pusat).
  • Kapit (wadah tembikar menyerupai pot bunga kecil): digunakan sebagai tempat menyimpan tembuni.
  • Sembilu (bilah bambu tajam): digunakan untuk memotong tali pusat.
  • Sarung atau kain batik: digunakan untuk membersihkan tubuh bayi ketika tali pusatnya telah dipotong dan sebagai alas meletakkan bayi.
  • Tepung-tawar: digunakan untuk menaburi tubuh bayi agar terlepas dari gangguan roh-roh jahat.
  • Madu, kurma atau garam lebah: digunakan untuk mengoles bibir bayi.
  • Seliter beras, sebiji gula merah, sebiji buah kelapa, dan rempah-rempah untuk memasak ikan: diberikan kepada dukun bayi sebagai ungkapan terima kasih.

Tahapan Upacara

  1. Persiapan Kelahiran: Ketika usia kehamilan ibu mencapai 9 bulan, keluarga menyiapkan upih pinang dan kapit. Keluarga juga mengadakan selamatan dengan membuat kukulih (bubur ketan) yang diberi doa dan diputarkan di atas kepala ibu hamil, lalu dimakan keluarga agar proses kelahiran lancar.
  2. Kelahiran: Dukun beranak membantu proses kelahiran. Tali pusat bayi dipotong dengan sembilu, lalu dimasukkan ke dalam kapit, diberi sedikit garam, ditutup daun pisang yang diasap, diikat bamban. Tembuni kemudian ditanam di bawah pohon besar (agar kelak bayi menjadi 'orang besar'), di bawah bunga-bungaan (agar namanya harum), atau dihanyutkan di sungai deras (agar menjadi pelaut). Ada juga yang mengikatkan tembuni pada pohon agar kelak tidak merantau, atau menyimpan sisa tali pusat bersama tali pusat saudara-saudaranya agar kelak hidup rukun. Setelah pemotongan pusat, bayi dibersihkan dengan sarung atau kain batik, diletakkan di atas talam yang dialasi sarung/kain batik. Ayah mengadzankan dan mengqomatkan bayi agar suara pertama yang didengar adalah kalimat Allah dan kelak menjadi orang yang takwa. Bibir bayi diolesi gula/kurma dan garam agar kelak bermulut manis dan bertutur kata manis.
  3. Sesudah Kelahiran (Bapalas Bidan): Setelah azdan, qomat, dan bibir diolesi, dilakukan upacara bapalas-bidan yang dipimpin dukun beranak. Dukun beranak mengucapkan mantera dan menepung-tawari bayi agar didampingi saudaranya yang empat dan terhindar dari roh halus, serta agar ibu selamat dan sejahtera. Upacara diakhiri dengan makan bersama. Sebagai terima kasih, dukun beranak diberi sasarah berupa seliter beras, sebiji gula merah, sebiji kelapa, dan rempah-rempah untuk memasak ikan.
  4. Tasmiah (Pemberian Nama): Setelah bayi berumur satu minggu atau lebih, diadakan upacara tasmiah. Susunan acaranya meliputi pembacaan Ayat-ayat Suci Al Quran (Surat Ali Imran), pemberian nama oleh mualim atau penghulu, dan barjanji. Saat barjanji, ketika kalimat asyrakal dibaca, semua hadirin berdiri, bayi dikelilingkan, dan mualim/penghulu serta hadirin menepung-tawari bayi dengan baburih-likat. Berakhirnya upacara tasmiah menandai berakhirnya rangkaian upacara kelahiran.

Nilai Budaya

  • Ketaqwaan: Tercermin dari ayah yang mengadzankan dan mengqomatkan bayi agar suara pertama yang didengar adalah kalimat Allah dan kelak menjadi muslim yang taat.
  • Kesopan-santunan dan Kewibawaan: Tercermin dari pemolesan gula atau kurma dan garam pada bibir bayi agar kelak dapat bermulut manis dan bertutur kata manis.
  • Kerukunan: Tercermin dari penyimpanan tali pusat yang dihimpun bersama tali pusat saudara-saudaranya agar kelak tidak bertengkar, selalu hidup rukun dan damai.

Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2008/02/upacara-kelahiran-pada-masyarakat.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kue Jongkong Ba...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Jongkong adalah kue basah khas Bangka Belitung yang memiliki rasa manis gurih dan tekstur lembut kenyal. Disajikan dalam beberapa lapi...

Otak-otak Bangk...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Otak-otak Bangka adalah makanan yang terbuat dari fillet ikan yang dihaluskan, dicampur dengan bahan lain, dibungkus daun pisang, dan dipa...

Kue Semprit Tap...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Semprit Tapioka khas Bangka adalah salah satu jenis kue kering yang cocok disajikan sebagai takjil selama bulan Ramadan atau sebagai p...

Jew (rumah Buja...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Bujang, yang disebut juga Jew, adalah bangunan krusial dalam tradisi masyarakat suku Asmat. Jew merupakan rumah utama dan pusat akti...

Masjid Raya Dar...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Raya Darussalam adalah masjid megah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang menjadi ikon kota dengan arsitektur khas dan kubah bes...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...