|
|
|
|
|
|
Wayang Golek Jawa Barat Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas. Wayang golek dianggap sebagai perkembangan dari wayang kulit. Salmun (1986) menyatakan bahwa pada tahun 1583 Masehi Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang disebut wayang golek dan dapat dipentaskan pada siang hari. Ismunandar (1988) menambahkan bahwa pada awal abad ke-16 Sunan Kudus membuat 70 buah "wayang purwo" dengan cerita Menak yang diiringi gamelan Salendro. Wayang ini tidak memerlukan kelir dan bentuknya menyerupai boneka dari kayu, sehingga disebut wayang golek. Pada mulanya, yang dilakonkan adalah cerita Panji, dan wayangnya disebut wayang golek menak. Konon, wayang golek ini ada sejak masa Panembahan Ratu (1540-1650) di Cirebon, dikenal sebagai wayang golek papak atau wayang cepak karena bentuk kepalanya datar. Pada zaman Pangeran Girilaya (1650-1662), wayang cepak dilengkapi dengan cerita dari babad dan sejarah tanah Jawa, yang berkisar pada penyebaran agama Islam. Wayang golek dengan lakon Ramayana dan Mahabarata (wayang golek purwa) lahir pada tahun 1840. Kelahirannya diprakarsai oleh Dalem Karang Anyar (Wiranata Koesoemah III) yang memerintahkan Ki Darman dari Tegal untuk membuat wayang dari kayu. Semula bentuknya gepeng dan berpola wayang kulit, namun kemudian dibulatkan. Di Priangan, wayang golek dikenal pada awal abad ke-19, kemungkinan setelah dibukanya jalan raya Daendels. Semula menggunakan bahasa Jawa, kemudian beralih ke bahasa Sunda setelah dalang Sunda terampil.
Ada tiga jenis wayang golek yang dikenal, yaitu wayang golek cepak, wayang golek purwa, dan wayang golek modern.
Wayang golek dibuat dari kayu albasiah atau lame.
Wayang golek mengandung nilai estetika dan nilai-nilai masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai ini disosialisasikan oleh seniman dan seniwati pedalangan yang mengemban kode etik pedalangan. Kode etik ini disebut "Sapta Sila Kehormatan Seniman Seniwati Pedalangan Jawa Barat", yang dirumuskan pada 28 Februari 1964 di Bandung.
Sumber: http://uun-halimah.blogspot.co.id/2008/06/wayang-golek-jawa-barat.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Wayang Golek Jawa Barat — Seni Pertunjukan, Jawa Barat · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |