|
|
|
|
|
|
BRONCONG Tanggal 16 Sep 2018 oleh Diny Sri Marini. Revisi 3 oleh Diny Sri pada 13 Jun 2020. |
Broncong atau ada juga yang menamainya dengan Baroncong merupakan salah satu kue khas Kota Makassar yang bentuknya seperti busur atau setengah lingkaran. Kue ini mirip dengan kue Pukis, namun yang menjadi keunikan dari kue ini yakni dipanggang dengan cetakan yang selalu dipanaskan menggunakan arang, sehingga identik untuk disantap saat sedang panas atau hangat. Wawancara dilakukan kepada salah satu penjual kue Broncong di kawasan pantai Losari yaitu, Pak Suardi.
Pak Suardi (09:2018) saat di temui oleh Sobat Budaya Makassar menuturkan telah berjualan kue Broncong sejak tahun 2012. Pak Suardi menjual Broncongnya di pusat-pusat keramaian Kota Makassar, seperti di kawasan pantai Losari dengan menggunakan gerobak khas penjual kue Broncong yang setiap saat mengeluarkan asap hasil dari pemanggangan kue Broncong. Pak Suardi mulai berjualan kue Broncong sekitar pukul 06.30 WITA sampai dengan sore hari sekitar pukul 17.30 WITA, tapi beda halnya pada saat kami temui, pak Suardi (09:2018) mengatakan bahwa kue broncongnya sudah hampir habis dikarenakan pada hari itu bertepatan dengan car free day jadi kue Broncong yang dijual cepat habis.
"Begini mi kalau pas ramai cepat habis kayak ada acara atau kegiatan atau hari minggu begini jadi banyak yang beli, jadi biasa sampe siang ji menjual karena cepat habis. Beda kalau hari-hari biasa, biasa sampe sore menjual kah jarang orang yang beli ki" (Kutipan wawancara dengan Pak Suardi tanggal 8 September 2018).
Berbekal pengetahuan yang dimiliki, Pak Suardi membuat sendiri adonan kue Broncong di rumah. Pak Suardi juga membeberkan bahwa bahan-bahan dasar yang digunakan untuk membuat broncong sangatlah mudah, yaitu gula pasir, garam, air, tepung terigu, susu, telur dan kelapa setengah tua yang telah diparut. Seluruh bahan dicampur menjadi adonan yang kemudian dicetak sesuai takaran, hingga merata dan siap dipanggang dan tidak lupa cetakan brocong yang telah dipanaskan agar dioleskan mentega terlebih dahulu, sehingga broncong tidak lengket ketika di panggang.
Pak Suardi mematok harga untuk kue broncong yang dijual seharga Rp.5000,- untuk empat buah kue broncong. Harga tersebut terbilang murah untuk kue rasa khas Kota Makassar yang enak dan tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan apalagi kue ini sudah jarang ditemukan di Kota Makassar.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |