|
|
|
|
|
|
Pura Meduwe Karang Tanggal 13 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Pura Meduwe Karang adalah sebuah pura yang terletak di Bali bagian utara, di desa Kubutambahan. Pura ini didedikasikan untuk dewa matahari Surya, penguasa ladang, dan Ibu Pertiwi. Petani lokal berdoa di sini untuk panen yang melimpah, terutama untuk jagung, kopi, buah-buahan, sayuran, dan tanaman ladang lainnya, serta untuk hujan yang cukup karena sebagian besar ladang di Bali utara sulit atau tidak bisa diairi. Pura Meduwe Karang dianggap sebagai salah satu kompleks pura terpenting di Bali dan memiliki hubungan erat dengan Pura Besakih, pura induk. Pura ini dihiasi dengan megah dan memiliki relief serta patung-patung yang mewah, khas pura-pura Bali utara, serta tata letak yang hampir simetris.
Di depan pura terdapat dua tangga masuk yang melewati beberapa teras. Di teras-teras ini terdapat parade 34 patung dari epos Ramayana kuno. Melalui Candi Bentar, pengunjung akan sampai di halaman pertama yang hampir kosong, hanya ada satu balai (Bale) di sini. Selanjutnya, melalui beberapa anak tangga dan Candi Bentar kedua, menuju halaman berikutnya. Di ujung halaman tersebut terdapat platform dengan tempat suci pura, diapit oleh dua kuil kecil yang didedikasikan untuk dewa-dewi Ratu Ayu Sari, perwujudan Ibu Pertiwi, dan Ratu Ngurah Sari, pelindung tanaman ladang.
Relief di dinding pura dan kuil-kuil menampilkan roh, iblis, pangeran, adegan kehidupan sehari-hari, penggambaran erotis, dan berbagai hiasan daun, bunga, dan sulur. Ada adegan pertempuran dari Ramayana serta penggambaran yang menyerupai Perjamuan Terakhir dari konteks Kristen. Salah satu keunikan adalah patung pengendara sepeda yang diukir di batu, terletak di sisi kiri tempat suci utama. Ini adalah penggambaran peneliti dan seniman Belanda W. O. J. Nieuwenkamp, yang menjelajahi Pulau Bali dengan sepeda pada tahun 1904. Patung ini sempat rusak akibat gempa bumi pada tahun 1917 dan mengalami restorasi yang mengubah wajah pengendara sepeda menjadi lebih menyerupai orang Bali, namun hidungnya yang panjang masih menunjukkan keturunan Eropa. Sepedanya juga diubah, roda belakang menjadi bunga teratai, rantainya hilang, dan di bawah roda gigi yang menyerupai gergaji diletakkan anjing dan tikus.
Pura ini didedikasikan untuk dewa matahari Surya, penguasa ladang, dan Ibu Pertiwi (ibu pertiwi). Surya dianggap sebagai pasangan laki-laki dari dewi padi Dewi Sri dan bertanggung jawab atas kesuburan dan keberhasilan panen. Petani setempat berdoa di sini untuk panen yang baik dan cukup hujan.
Pura Meduwe Karang terletak di bagian utara Pulau Bali, di desa Kubutambahan, sekitar 12 kilometer sebelah timur Singaraja dan satu kilometer sebelah timur persimpangan jalan menuju Gunung Batur.
Sumber: http://www.sunda-spirit.com/bali-sehenswuerdigkeiten/tempel/pura-meduwe-karang
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |