|
|
|
|
|
|
Senja Di Malaka Tanggal 12 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini berlatar belakang pada abad XVII, sekitar tahun 1620-1630, ketika kekuatan-kekuatan Barat seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Perancis saling berhadapan di Nusantara, namun kekuatan lokal di Nusantara sendiri tidak bersatu. Cerita berfokus pada penyerangan Kesultanan Aceh Darussalam terhadap Malaka yang dikuasai Portugis pada tahun 1629. Sri Baginda Sultan Iskandar Muda secara pribadi memimpin persiapan penyerbuan. Penulis, seorang prajurit bernama Ahmad, takjub melihat armada Aceh yang dianggap 'tak terkalahkan', termasuk kapal Sultan, Cakradonya, yang panjangnya 100 meter dengan tiga tiang layar dan sekitar 50 meriam di setiap lambungnya. Saat pelayaran menuju Malaka, Ahmad dan prajurit lainnya yakin Malaka akan jatuh ke tangan Aceh, impian mereka untuk mengusir Portugis dari Nusantara. Sesampainya di Malaka, armada Aceh mendaratkan pasukan dan menduduki kota, namun terkejut oleh kedatangan armada Portugis dari Goa (India) dan bantuan tentara Johor dari darat. Keseimbangan kekuatan berubah drastis. Pertempuran laut memburuk, kapal-kapal terbakar dan hancur. Sultan Iskandar Muda memerintahkan mundur. Ahmad bertekad melindungi pergerakan mundur Cakradonya, bahkan rela mati demi keselamatan Sultan dan keberlanjutan perjuangan Aceh. Ia melihat ratusan mayat mengapung di Selat Malaka yang kemerahan akibat darah. Dalam pertarungan, Ahmad tertembak dan jatuh ke laut, namun sempat tersenyum mendengar Cakradonya berhasil lolos. Sebelum meninggal, Ahmad bersyahadat.
Cerita ini berasal dari Aceh, mengisahkan peristiwa sejarah yang melibatkan Kesultanan Aceh Darussalam di wilayah Nusantara pada abad ke-17.
Sumber: http://tengkuputeh.com/2017/06/14/senja-di-malaka
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |