×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Timur

Candi Tepas

Tanggal 13 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Berbagai kerajaan besar pernah menancapkan pengaruhnya di Kabupaten Blitar, mulai dari Mataram Kuno di Jawa Tengah, Kerajaan Kediri, Singosari sampai dengan Majapahit. Oleh karena itu, di daerah Kabupaten Blitar ditemukan warisan cagar budaya, baik berupa prasasti, arca-arca, gapura maupun candi.  Salah satu tinggalan candi yang terdapat di Kabupaten Blitar adalah Candi Tepas. Candi ini terletak di Dusun Dawung RT. 02 RW. 03 Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada ± 200 meter sebelah barat laut Pasar Tepas, atau tepatnya berada di samping Pura Surya Darma. Dari Jalan Raya Blitar-Malang berjarak sekitar 3 kilometer ke arah utara dengan jalan menanjak, sedangkan dari Kota Blitar berjarak 22 kilometer ke arah timur.
 
Alvin Abdul Jabbaar Hamzah dalam skripsinya yang berjudul Identifikasi Bentuk Arsitektur Candi Tepas (FIB UI, 2011) menerangkan, bahwa penelitian terhadap Candi Tepas ini baru sebatas inventarisasi. Hal ini didapatkan dari catatan inventarisasi yang dilakukan oleh R.D.M. Verbeek dalam Oudheden van Java pada tahun 1891 dengan nomor inventarisasi 553. Dalam inventarisasi Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur dicatat dengan nomor 176/BLT/95. Selain itu, candi ini juga pernah ditulis oleh N.J. Krom dalam Inleiding tot de Hindoe-Javanische Kunst pada tahun 1923.
 
Dalam pencatatan tersebut, sebagian besar hanya menjelaskan secara singkat tentang keadaan candi pada waktu ditemukan. Ketika pertama kali ditemukan, candi ini memang sudah dalam keadaan runtuh. Dalam reruntuhan tersebut, tidak ditemukan tulisan angka tahun, arca, relief, dan batunya pun sudah mulai aus.
 
Candi Tepas ini terbuat dari susunan batu trasit dan batu bata (misra). Material batu trasit ini untuk batuan yang menyusuni candi, sedangkan bahan isian dari candi ini serta pondasinya terbuat dari batu bata. Batu trasit adalah batuan vulkanik yang terbentuk di luar perut bumi atau setelah terjadi erupsi. Batuan ini berwarna putih, abu-abu terang dan coklat terang, dan termasuk jenis batuan yang berpori sehingga sangat mudah aus dan lapuk.
 
Hal ini yang menyebabkan kapan candi tersebut didirikan sulit dipastikan. Kronologinya hanya didasarkan pada temuan fisik candi maupun dari sumber lainnya. Dilihat dari ukuran bata pada candi, dapat diperkirakan bahwa Candi Tepas berasal dari masa Majapahit. Informasi lain yang memperkuat dugaan tersebut berasal Kitab Negarakertagama, yang dirunut dari latar keagamaan Candi Tepas. Pada pupuh 76: 1-4 dari Kitab Negarakertagama berisi tentang wilayah-wilayah yang termasuk dari Dharmadhyaksa ring Kasogatan. Dharmadhyaksa ring Kasogatan merupakan salah satu pejabat dalam pemerintahan masa Majapahit yang mengawasi hal yang berkenaan dengan agama Buddha. Selain Dharmadhyaksa ring Kasogatan terdapat dua pejabat lagi yaitu Dharmadhyaksa ring Kasaiwan yang mengawasi hal yang berkenaan dengan agama Hindu dan Mantri Her Haji yang mengawasi hal yang berkenaan dengan para Resi dan Pertapa.
 
Pada baris ketiga (stanza 3) pada pupuh 76 tertulis “iwirniÅ‹ darmma kasogatan kawinayanu Ä¼pas i wipularā len kuÈ›i [haji, mwaÅ‹ yānatraya rājaḍanya kuwunātha surayaça jarak/ laguṇḍi [wadari, wewe mwaÅ‹ packan/ pasarwwan i lmaḥ surat i pamanikan/ [sraÅ„an/ paÅ„iktan, paÅ„hapwan/ damalaÅ‹ tpas/ jita waṇnaçrama jnar i samudrawela [pamuluÅ‹.” Artinya, lokasi dari dharmas kasogatan kawinaya lÄ›pas (wilayah pendeta Buddhis) adalah: Wipulārama, KuÈ›i Haji, dan Yānatraya, Rājadhānya, Kuwu Nātha, Surayasha, Jarak, Wadari, Wéwé dan PacÄ›kan, Pasarwwan, LÄ›mah Surat, Pamaṇikan, PangitkÄ›tan, Panghapwan, Damalung, TÄ›pas Jita, Wanāshrama, JÄ›nar, Samudrawela, Pamulung.
 
Candi Tepas disebutkan dengan TÄ›pas Jita. Dalam naskah tersebut, Candi Tepas berada dalam wilayah tanggung jawab dari Dharmadhyaksa ring Kasogatan, yang berarti Candi Tepas memiliki latar belakang agama Buddha. Secara struktural, Candi Tepas tidak menunjukkan ciri agama Buddha bahkan Candi Tepas memiliki batu tegak yang menyerupai lingga semu.
 
Dari keterangan yang termaktub dalam naskah Kitab Negarakertagama tersebut, Candi Tepas diperkirakan berdiri sekitar antara tahun 1355 M sampai dengan 1365 M. Karena Kitab Negarakertagama dibuat pada masa Hayam Wuruk dengan kronologi 1365 M, dan pada waktu Negarakertagama dituliskan, candi tersebut masih berfungsi untuk kegiatan keagamaan.
 
Menurut Darno, seorang juru pelihara Candi Tepas, candi ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8,00 x 8, 00 meter yang berdiri di atas lahan yang sekarang berukuran 29 x 21 meter. Namun, sebenarnya areal yang dimiliki oleh candi tersebut lebih luas. Hal ini didasarkan pada 4 patok yang diketemukan di sekitar candi, yang mirip dengan lingga semu dan juga sisa pagar candi.
 
Sekarang, Candi Tepas ini tinggal memiliki sisa bangunan berupa kaki yang sudah tidak utuh dan tubuh yang hanya mempunyai dua lapis batu trasit. Pintu masuk candi terdapat di sebelah barat, sedangkan untuk hiasan dan relung sudah tidak dapat ditemukan, karena sudah mengalami keruntuhan dan tidak ditemukan adanya sisa batu yang membentuk hiasan di tumpukan batuan candi yang ditemukan. ***
 
Kepustakaan:
Alvin Abdul Jabbaar Hamzah, 2011. Identifikasi Bentuk Arsitektur Candi Tepas, dalam Skripsi di FIB UI
Ari Sapto & Mashuri, Pengembangan Wisata Terpadu Berbasis Cagar Budaya, dalam Jurnal SEJARAH dan BUDAYA, Tahun Kedelapan, Nomor 2, Desember 2014: 126

 

 
Sumber: kekunaan.blogspot.com

DISKUSI


TERBARU


Gulai Daun Sing...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 1 ikat Daun Singkong 1 bh Bunga Kecombrang 1 bgks Bumbu Gulai Instan Selera 7 btr Bawang Merah iris 4 Siung Bawang Putih iris 2 lb...

Pecel Santen

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Pecel Santen atau Pecel Terong adalah hidangan khas Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berbeda dari pecel bumbu kacang. Hidangan ini kaya aka...

Sayur Bobor Dau...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 1 ikat Daun singkong 1 sachet Bubuk santan instan Sun Kara 3 buah Cabe rawit 7 buah Cabe belis 1 siung Bawang putih 3 siung Bawang...

Gulai Daun Ubi

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 2 ikat Daun Ubi / singkong muda (petiki daunnya) 1 liter Santan dari 1/2 butir kelapa parut (Saya 130 ml Santan instan + 870 ml air)...

Pecak Terong Da...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Pecak merupakan salah satu hidangan Jawa dan Betawi yang terdiri dari lauk beserta sambal, dengan bumbu cabai, bawang, jahe, dan kencur. R...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...