×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Museum

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Tengah

Asal Daerah

Banjarnegara

Dieng Plateu Museum

Tanggal 02 Jan 2019 oleh Roro .

Museum Kailasa

Museum Kailasa

Nama Kailasa berasal dari nama salah satu gunung tempat tinggal Dewa Syiwa. Nama ini disandangkan pada bangunan museum ini karena kepurbakalaan Dieng sangat identik dengan pemujaan terhadap Dewa Syiwa yang dapat diketahui dari peninggalan percandian maupun prasasti. Bangunan museum yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, mushola, café, gazebo, dan tempat parkir. Museum Kailasa diresmikan pada tanggal 28 Juli 2008 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Ir Jero Wacik.

Lokasi bangunan museum Kailasa terletak dibawah bukit pangonan yang menurut penuturan warga sering ditemukan berbagai peninggalan sejarah atau tepatnya di seberang Candi Gatutkaca,  secara administratif masuk wilayah desa Dieng kulon, Kecamatan Batur Kab. Banjarnegara.

Bangunan museum kailasa terdiri dari 4 bangunan utama yaitu tempat untuk menyimpan benda-benda cagar budaya, tempat untuk ruang informasi /artefak tentang Dieng dan pemutaran film tentang Dieng, bangunan toilet dan  mushola dan bangunan untuk tempat pertunjukan dan pertemuan besar, sedangkan bangunan lain berupa gazebo – gazebo kecil di bagian atas yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat dan menyaksikan pemandangan desa Dieng dan komplek candi arjuna.

Museum ini dijaga cukup ketat oleh petugas yang selalu berganti-ganti shift, mengingat didalam museum ini terdapat benda-benda yang tak ternilai harganya, benda-benda peninggalan sejarah hindu jawa kuno dari abad ke 7- 8 Masehi, bahkan ada ruang khusus untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah yang tidak sembarang orang dapat mengunjunginya, salah satu benda yang paling unik dan tidak ditemukan dibagian Indonesia manapun adalah Arca Kudu, arca ini berbentuk kepala manusia dengan ornament sederhana dan ditemukan dibeberapa candi di India. Selain Arca kudu ada juga Kala makara yang menurut cerita beberapa penjaga museum memiliki unsur magisnya yaitu kalau malam sering berubah menjadi kobaran api, tentu saja benda –benda seperti itu harus disimpan pada tempat yang sangat terlindung dan tidak sembarang orang dapat melihatnya untuk alasan keamanan sejarah.

Sementara itu untuk bangunan yang satunya lagi yang terletak disebelah atas penyimpanan arca-arca selalu dibuka untuk umum yang menampilkan Film dokumenter  tentang Dieng dan panel –panel tentang seluk beluk Dieng dalam bentuk gambar,benda-benda, dan cerita dokumentasi tentang geologi, flora-fauna, kehidupan sehari-hari, kepercayaan,kesenian Dieng dan adat istiadat setempat.

Museum Kailasa cukup ramai dikunjungi wisatawan, bagi yang memiliki waktu cukup dapat bersantai di gazebo paling atas dengan menaiki tangga yang diberi ornamen batu alam tampak menyatu dengan bangunan museum dan di tempat paling tinggi inilah kita dapat melihat terangkatnya kabut yang menyelimuti candi pada pagi hari sebelum silver sunrise muncul menerangi dataran tinggi Dieng, Pemandangan ini sangat sulit dapat dinikmati dari tempat lain, akan tetapi memang informasi ini belum tersebar dengan baik sehingga jarang yang menjadikan tempat ini sebagai Favorit place untuk menikmati pemandangan langka, terlebih lagi pada saat bun upas datang dan menyelimuti rerumputan dan semua tetumbuhan yang ada di dataran tinggi Dieng, tiada duanya pemandangan seperti ini semua tampak putih dan kalau pas matahari muncul akan terlihat pantulan cahaya kemilau dari dataran yang semula dipenuhi rerumputan ini.

 

sumber : http://diengplateau.com/obyek-wisata/museum-kailasa/

DISKUSI


TERBARU


Baju Bodo

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju Bodo adalah pakaian segi empat yang umumnya berlengan pendek, hingga setengah atas bagian siku lengan. Dulunya, pakaian ini seringkal...

Pakaian Adat Re...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jam...

Balla To Kajang

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Balla To Kajang, atau Rumah Kajang, adalah rumah tradisional masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desainnya memiliki cir...

Rumah Adat Lang...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah adat Langkanae Luwu adalah rumah panggung berbentuk persegi empat yang memiliki tiga tingkatan. Bentuk persegi empat mencerminkan em...

Rumah Adat Sumb...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Struktur & Bagian Rumah adat Sumba memiliki pemisahan ruang secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, dibagi menjadi tiga bagian yang men...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...