|
|
|
|
|
|
Pakaian Adat Rejang Lebong Tanggal 05 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jambi, Riau, Deli, Palembang, dan Lampung. Perpaduan ini menciptakan ciri khas dan keunikan tersendiri pada pakaian adat tersebut. Pakaian ini dikenakan oleh suku Rejang Lebong yang tersebar di beberapa kabupaten di Bengkulu, dan sering digunakan dalam acara pernikahan, tari tradisional, festival, serta acara khusus lainnya.
Wanita mengenakan baju kurung lengan panjang dari bahan beludru. Baju ini dihiasi sulaman emas berbentuk bulat seperti lempengan logam dan tersedia dalam warna merah tua, lembayung, biru, serta hitam. Kelengkapan lainnya meliputi kembang dan tepung, baju bertabur, kain sulam benang emas, dan sendal berwarna hitam. Hiasan kepala terdiri dari tapak sengko burung merak di dahi dan hiasan teratai di bahu. Aksesori lain meliputi kalung di dada, pending di pinggang, dan gelang keroncong di lengan. Konde berukuran besar dengan tusuk konde dan mahkota hiasan kembang goyang melengkapi hiasan kepala. Pengantin wanita juga memakai anting atau giwang emas, gelang, dan kalung untuk penampilan yang anggun.
Pria mengenakan kemeja putih, jas tertutup lengan panjang dari bahan berkualitas seperti wol atau beludru, dilengkapi saku berantai emas. Selendang bersulam emas dan desat adat atau cek uleue dari kain songket juga menjadi bagian dari busana. Celana panjang terbuat dari bahan satin. Pengantin pria memegang keris yang terbuat dari songket benang emas. Pada bagian pinggang dililitkan kain bermotif emas yang disebut sarung segantung untuk menambah kegagahan, serta ikat pinggang yang disebut pending untuk menguatkan lilitan kain. Keris juga berfungsi sebagai pelengkap penampilan dan sarana perlindungan diri, diselipkan di pinggang. Topi unik berbentuk runcing ke atas, atau disebut detar, dikenakan untuk menutupi kepala saat upacara adat. Saat pernikahan, pengantin pria juga mengenakan mahkota dan gelang sebagai aksesori tangan, serta kalung sribulan dan kalung emping.
Perbedaan utama antara pakaian pengantin pria dan wanita terletak pada baju atau jas tertutup yang bertabur hiasan seperti lempengan koin. Namun, keduanya sama-sama mengenakan gelang, kalung sribulan, dan kalung emping. Saat acara adat, pengantin pria tidak memakai topi melainkan mahkota atau unting.
Baik pengantin wanita maupun pria menggunakan sepatu atau sendal sebagai alas kaki.
Sumber: https://dimensiindonesia.com/pakaian-rejang-lebong-pakaian-adat-sumatera-selatan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |