|
|
|
|
|
|
Legenda penjaga Dieng, Kiai Kolodete di-Islamkan Sunan Kalijaga Tanggal 14 Jul 2018 oleh Deni Andrian. |
Salah satu legenda yang terkenal di Dieng adalah mengenai Kiai Kolodete. Namun, cerita mengenai Kiai Kolodete memiliki banyak versi.
Salah satu versinya diperoleh wartawan merdeka.com, Mardani, dari tokoh pemuda dan budaya Dieng, Alif Fauzi (38).
Menurutnya, Kiai Kolodete adalah seorang resi Hindu penguasa Dieng yang akhirnya memilih masuk Islam. Kiai Kolodete adalah salah satu penjaga Dieng. Dia menjaga wilayah tengah Dieng.
Selain Kiai Kolodete, ada empat orang lainnya yang ditugaskan oleh para walisongo untuk menjaga ke-Islaman masyarakat Dieng saat itu.

Empat orang itu adalah; Kiai Karim yang bertugas menjaga Dieng wilayah selatan, Kiai Ageng Selo Manik yang bertugas menjaga Dieng wilayah timur, Kiai Ageng Mangku Yudho yang bertugas menjaga Dieng wilayah barat, dan Kiai Walik yang bertugas menjaga Dieng wilayah utara.
"Makam mereka ada beberapa di sekitar sini. Di barat Desa Karang Tengah ada makamnya Ki Ageng Mangku Yudho, dan Kiai Walik makamnya ada di arah Wonosobo, makamnya Kiai Karim ada di Wonosobo," kata Alif.
Dia mengatakan, ada versi cerita Kiai Kolodete di-Islamkan langsung oleh Sunan Kalijaga.
"Mitosnya Sunan Kalijaga pernah ke sini. Ada musala di sini dinamakan Sunan Kalijaga karena katanya dulu Sunan Kalijaga pernah salat di situ di sebuah batu," katanya.
Menurutnya, sejak Islam masuk, Dieng boleh ditinggali oleh siapapun. Sebelum itu, hanya kasta Brahmana dan kasta Kesatria saja yang boleh masuk dan tinggal di Dieng.
Sementara, soal fenomena anak kecil Dieng berambut gimbal dipercaya memiliki garis keturunan dari Kiai Kolodete. Anak berambut gembel itu, demikian biasa disebut warga Dieng, memiliki kehidupan layaknya anak biasa.
Namun demikian, mereka memiliki sejumlah perbedaan dengan anak biasa lainnya.

"Misalnya kalau mereka marah rambut gembelnya berdiri. Selain itu kalau mereka marah tenaganya luar biasa, karena mereka ditumpangi oleh mahluk gaib," katanya.
Versi lain dari kisah Kiai Kolodete adalah seorang pengembara yang bersama dua sahabatnya yakni: Kiai Karim dan Kiai Walik menjadi perintis cikal bakal pemukiman di Dieng. Kiai Kolodete merintis di dataran tinggi Dieng, sementara Kiai Karim di Kalibeber dan Kiai Walik di Wonosobo.
Berdasarkan penelusuran, Kiai Kolodenter berambut gimbal. Saat berkuasa di Dieng, dia bersumpah tak akan mencukur rambutnya hingga penduduk Dieng makmur.

Jika sumpahnya itu tak terkabul, dia akan menitiskan rohnya kepada anak-anak di Dieng.
Versi lainnya, Kiai Kolodete adalah seorang punggawa pada masa Mataram Islam sekitar abad 14 masehi. Bersama Kiai Walid dan Kiai Karim, Kolodete ditugaskan Mataram mempersiapkan pemerintahan di Wonosobo dan sekitarnya.
Kiai Wali dan Kiai Karim ditugaskan ke Wonosobo, sementara Kolodete ke Dieng. Saat tiba di Dieng, Kolodete dan istri, Nini Roro Rence, mendapat wahyu dari Nyai Roro Kidul, penguasa pantai selatan.
Mereka diperintahkan mensejahterakan masyarakat Dieng. Tolak ukur kesejahteraan bagi masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal.
Sejak itu kemudian muncul anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/legenda-penjaga-dieng-kiai-kolodete-di-islamkan-sunan-kalijaga.html
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |