×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Pakaian Tradisional

Elemen Budaya

Pakaian Tradisional

Provinsi

Lampung

Mahkota Siger Lampung #DaftarSB19

Tanggal 16 Feb 2019 oleh Jennytiaraw .

Lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya, begitu pepatah mengutip. Di Bali, setiap perkantoran atau rumah yang disediakan gapura berbentuk pura. Nah, di Lampung beda dan unik karena setiap bangunan publik akan memajang mahkota siger . Apa itu mahkota siger? Ayo teruskan membaca jadi Kamu semakin sayang dan bangga pada budaya Nusantara.

Mahkota siger adalah mahkota yang dikenakan pengantin perempuan Lampung. Mirip dengan yang ada di tanah Minang dimana disebut dengan nama suntiang. Perbedaanya pada siger memiliki jumlah tanduk atau pucuk kecil sebanyak 7 buah.

Menurut foklor lokal maka 7 pucuk di mahkotanya berasal dari 7 gunung di Lampung yang menjadi tempat asal usul leluhur atau nenek moyang masyarakat Lampung. Lokasi awal itu membuat masyarakatnya membentuk kelompok masing-masing.

Ada pula yang mengasumsikan asal usul mahkota yang diterima oleh Balaputra Dewa, Raja Sekala yang disebut Selopun adalah sebuah daerah di Lampung yang menjadi rumah situs Batu Brak bekas pemukiman dari batu. Balaputra Dewa membuat miniatur Borobudur untuk membawakan Pramodya Wardhani, putri Samaratungga. Belum pasti juga terkait dengan mahkota Kerajaan Sekala yang dipakai Pramodya Wardani istri sang raja tetapi hikayat dan refleksinya sungguh luar biasa.

Meski ada yang berbeda pendapat tentang asal usul simbolis dari siger tetapi tetap jelasnya mahkota ini dibuat kebanggaan masyarakat Lampung dan disematkan di setiap sudut kota. Siger adalah simbol kedudukan sementara visi masyarakatnya sedangkan dalam sejarahnya termahsyur sebagai penghasil lada hitam.

Siger tidak merepresentasikan sistem kekeluargaan masyarakat Lampung karena bukan matrilineal tetapi patrilineal. Siger dipilih seolah-olah Lampung lebih bernuansa feminin yang dikirim daerah-daerah lain yang mengusung sifat maskulin dengan alat perang atau senjata tradisional sebagai simbol kebanggaannya.

Diyakini bahwa sifat wanita dengan mahkota siger lebih diutamakan dalam kepemimpinan masyarakat dan bergaul dengan tetamu. Rasa sayang, menghargai, mengayomi, dan mendidik adalah nilai-nilai dari feminisme yang mengerikan dalam kehidupan masyarakat Lampung.

Menara Siger

Bila Jakarta memiliki Monas, Bandung memilik Gedung Sate, atau Bali memiliki Garuda Wisnu Kencana, maka Lampung menyambutnya dengan Menara Siger di Bukit Bakaheuni. Saat menginjakkan kaki di bumi lada hitam, Lampung, dari kapal feri di Bakaheuni maka Anda akan melihat Menara Siger.

Banyak pembicaraan di negeri ini menyematkan predikat titik nol lintas Sumatera untuk Monumen Siger. Pada akhirnya, jalur lintas Sumatera atau trans Sumatera memang berakhir atau berawal tepat di bawah kaki bukit Bakaheuni di mana Monumen ini menerawang jauh ke cakrawala Selat Sunda dan bumi Lampung dari atas.

Di puncak tanduk bagian tengah Menara Siger, ada payung berundak tiga berwarna putih, kuning, dan merah yang melambangkan tatanan kemasyarakatan Lampung. Di dalam bangunan yang menopang mahkota raksasa ini, terdapat prasasti Kayu Sebagai simbol pohon kehidupan masyarakat Lampung.

Menara Siger digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, dengan bantuan arsitek, Ir. Anshori Djausal MT. Bangunan dengan bentuk siger berwarna kuning keemasan ini menjulang tinggi sekitar 32 meter di atas bukit gamping yang menjulang 110 di atas permukaan laut. Proyek Pembangunan membutuhkan dana sekitar Rp7 miliar, walau informasi lain memuat Rp15 miliar.

Dengan teknik pembangunan menggunakan sistem ferosemen, bangunan ini tahan terpaan angin dan gempa guncangan. Pengembangan mahkota siger tidak menggunakan semen curah, untuk mengurangi beban, namun dengan kawat jaring laba-laba yang akan tetap kuat sebagai struktur bangunan.

Sambillah berdiri di hadapan mahkota ini dan yakinkan Anda menang falsafah tatanan masyarakat Lampung yang senang menerima tamu ( nemui nyimah ) dan suka berkenalan serta pandai bergaul ( nengah nyappur ). Bahasa daerah Lampung ini diterjemahkan dari bahasa perpaduan Sansekerta, Arab, dan Melayu dengan menggunakan turunan huruf pallawa yang disebut huruf kaganga . Menara Siger adalah lambang perpaduan teknologi, budaya, dan juga kepariwisataan Provinsi Lampung.

Sumber : http://traverse.id/budaya/mahkota-siger-simbol-kebanggaan-lampung/@himsaifanah

DISKUSI


TERBARU


PELARIAN MAJAPA...

Oleh Kangnurofficial | 15 Jun 2026.
Sejarah

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seo...

SENJAKALA MAJAP...

Oleh Kangnurofficial | 15 Jun 2026.
Sejarah

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi d...

SENJAKALA MAJAP...

Oleh Kangnurofficial | 15 Jun 2026.
Sejarah

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para re...

HUTING-HUTING

Oleh Hokker | 08 Jun 2026.
Brankas Tradisional Para Raja Batak

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimp...

SALE-SALEAN

Oleh Hokker | 08 Jun 2026.
Alat Masak

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empa...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...