|
|
|
|
|
|
Museum Purbakala Tanggal 31 Dec 2018 oleh Roro . |
Kelurahan Gilimanuk Kec. Melaya, Jembrana tidak hanya dikenal dengan pelabuhan lautnya yang menghubungkan Gilimanuk (Bali) dengan Ketapang (Jawa) melalui penyeberangan laut. Sejatinya banyak potensi alam maupun cagar budaya yang perlu dikembangkan. Salah satunya adalah Museum Manusia Purba Gilimanuk. Satu-satunya museum yang menyimpan barang-barang kuno dan fosil manusia purba ini, Minggu (26/2) kemarin mendapat kunjungan Bupati Jembrana I Putu Artha bersama pejabat Pemkab Jembrana lainnya.
Lokasi museum yang berada dipinggir hamparan rumput hijau yang bersih dan luas dekat teluk Gilimanuk sejatinya menyimpan panorama daya tarik yang luar biasa. Hanya saja perlu didukung sejumlah fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Melihat kondisi tersebut, Bupati Artha meminta Museum Manusa Purba Gilimanuk untuk segera berbenah diri. Baik dari bangunan maupun kebersihannya. Bupati Artha sangat menyayangkan sejumlah bangunan yang terkait dengan museum kondisinya rusak dan mengganggu pemandangan. Tiga bangunan yang merupkan tempat penemuan fosil tersebut kondisinya sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi dari petugas museum, bangunan yang rusak tersebut dibangun dengan anggaran bank dunia, namun sejak dibangun hingga sekarang statusnya belum ada serah terima oleh Bank Dunia, sehingga jadi kendala untuk memperbaiki. “ Saya prihatin dengan bangunan yang rusak itu, segera adakan koordinasi dengan pihak terkait untuk kita perbaiki “ tegas Artha sambil menunjuk bangunan rusak.
Lanjut Artha, asset kita ini sungguh luar biasa. Maka dari itu Bupati Artha menegaskan SKPD terkait untuk merencanakan pembenahan dan pengembangan terhadap potensi alam dan cagar budaya yang di Gilimanuk, sehingga orang yang datang ke Gilimanuk lebih nyaman termasuk museum manusia harus berbenah supaya lebih menarik pengunjung. “ Semua yang kita lakukan harus ada hasil yang jelas, percuma memasang anggaran besar-besar tetapi hasilnya tidak nampak “ tegasnya. Artha berkeyakinan dengan pembenahan potensi, Gilimanuk khususnya wilayah museum dan sekitarnya akan menjadi daerah wisata yang menjanjikan, apalagi dengan dukungan masyarakat Gilimanuk yang heterogen dan memiliki daya usaha cukup tinggi, akan menambah kemajuan Gilimanuk.
sumber : http://hiuair.blogspot.com/2014/04/museum-purbakala-gilimanuk-bali.html
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |