×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual Adat

Ngayah, Tradisi Yang Harus Tetap Ada Di Bali

Tanggal 25 Dec 2018 oleh Aze .

Bali tidak hanya memiliki aneka tempat yang indah tapi juga memiliki tradisi yang unik yang telah diwariskan turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih berlanjut hingga dewasa ini adalah tradisi ngayah.

Ngayah adalah kewajiban sosial masyarakat Bali sebagai penerapan ajaran karma marga yang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas baik di banjar maupun di tempat suci. Kata ngayah secara harafiah dapat diartikan melakukan  pekerjaan tanpa mendapat upah (kamus Bali-Indonesia,1990).

Istilah ini dari segi etimologis diadopsi dari konteks politik dan kultur feudal dari zaman raja-raja Bali, yakni dari akar kata “Ayah”   yang terpancar dari budaya PURUSAISME  atau Patrilineal/Patrirhat, terutama berkaitan dengan sistem pewarisannya. Maka kemudian menjadi “ayahan” yang secara sangat spesifik ialah mengacu pada :Tanah ayahan desa (sebagai bagian integral tanah adat) dan konskuensinya.

Kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi/dijalani oleh orang bersangkutan (yang mendiami tanah ayahan). Sebagai salah satu wujud tanggung jawab. Dalam kaitannya dengan kewajiban-kewajibannya ini dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

  • Kewajiban religius-teritorial, terutama Pura Kahyangan Tiga (pengayah pura)
  • Kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan sosiokultural banjar adat (pengayah banjar adat)
  • Kewajiban berupa dedikasi, loyalitas berkaitan dengan raja-raja yang memerintah pada masa itu (pengayah puri). Karena sebagian tanah-tanah ayahan itu adalah pemberian dari raja yang diperoleh (sebagai rampasan perang) atas penaklukan kerajaan/ daerah lain.

Latar belakang sosiologis dan historis tersebut telah menunjukan bahwa semula budaya ngayah itu berakar dari kata ayah , ayahan , pengayah , ngayahang ( yang saling kait mengkait dalam satu kesatuan konskuensi logis – eksistensialistis). Eksitensi tanah ayahan desa telah membawa konsekuensi logis bagi pengayah untuk melakukan kewajiban sosio-religiuskultural, yakni ngayahang.

Dalam masyarakat Bali secara principal (sosiosemantik) membedakan ngayah dengan ngoopin (ngaopin), Tradisi Nguopin hampir sama dengan Ngayah. Bedanya nguopin berada dalam skala yang lebih kecil, di lingkungan rumah atau keluarga. Sedangkan ngayah berada dalam skala lebih besar seperti di Pura. Tradisi ngayah diletakkan dalam format hubungan “vertical ke Tuhan”. Atau “vertical-organisatoris adat” serta “vertical-struktur sosial/kasta”. Sedang tradisi ngoopin jelas diletakkan dalam format hubungan horizontal (lebih proletar).

Kesimpulannya,tradisi ngayah atau ngoopin ini merupakan tradisi yang tidak boleh hilang dalam kehidupan bermasyarakat di Bali. Karena dapat memumpuk rasa persaudaraan dan membangun kebersamaan melalui kegiatan yang dilakukan dengan bergotong royong tanpa ada mengharapkan imbalan berupa uang.

sumber :http://inputbali.com/budaya-bali/ngayah-tradisi-yang-harus-tetap-ada-di-bali

DISKUSI


TERBARU


Baju Bodo

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju Bodo adalah pakaian segi empat yang umumnya berlengan pendek, hingga setengah atas bagian siku lengan. Dulunya, pakaian ini seringkal...

Pakaian Adat Re...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jam...

Balla To Kajang

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Balla To Kajang, atau Rumah Kajang, adalah rumah tradisional masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desainnya memiliki cir...

Rumah Adat Lang...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah adat Langkanae Luwu adalah rumah panggung berbentuk persegi empat yang memiliki tiga tingkatan. Bentuk persegi empat mencerminkan em...

Rumah Adat Sumb...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Struktur & Bagian Rumah adat Sumba memiliki pemisahan ruang secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, dibagi menjadi tiga bagian yang men...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...