×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Ritual Adat

Provinsi

Kalimantan Tengah

Asal Daerah

Kalimantan Tengah

Tetek Pantan

Tanggal 28 Dec 2018 oleh Aze .

Pulau Kalimantan atau lebih sering disebut Borneo memiliki berjuta kekayaan budaya unik dan menarik. Salah satunya adalahtradisi menyambut tamu kehormatan tetek (potong) pantan  yang terdapat dipedalaman suku asli Kalimantan yakni Suku Dayak.

Dayak merupakan nama penduduk asli pulau Kalimantan yang sampai saat ini masih banyak yang tinggal di pedalaman Kalimantan. Suku asli Dayak mempunyai budaya mariitim atau bahari karena nama mereka banyak mempunyai arti dan berhubungan dengan sungai (karena banyaknya sungai yang terdapat dipedalaman Kalimantan).

Walaupun demikian dibalik itu semua, suku Dayak ternyata memiliki berbagai macam tradisi yang menarik, seperti halnya tradisi penyambutan tamu ala suku Dayak yakni Tetek (Potong) Pantan. Sekilas memang traddisi ini hanya sebuah proses penyambutan tau biasa, akan tetapi kalau anda telusuri lebih mendalam ternyata acara tetek (potong) pantan tersebut sebagai syarat dengan makna kekeluargaan yang sangat kental.

Tradisi tetek pantan atau memotong kayu bulat yang dipasang melintang di gapura , diyakini masyarakat Dayaj pedalaman Kalimantan Tengah dapat mengusir setan atau roh jahat yang menempel pada seseorang. Tetek pantan sendiri biasanya dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan atau pejabat pemerintahan dan negara.

Semboyan Tamu adalah Raja masih berlaku bagi masyarakat di tempat ini. Mereka akan menyambut tamu dengan meriah, seluruh penduduk desa dari ketua adat hingga anak-anak ikut menyambut dengan ritual adat yang mereka sebut dengan tetek (potong) pantan. Upacara/ritual tetek pantan ini merupakan salah satu upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Ngaju di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas. Upacara ini dilakukan sejak nenek moyang mereka dan diwariskan kegenerasi selanjutnya hingga sampai sekarang ini.

Tradisi ini melambangkan orang Dayak memiliki prinsip keterbukaan, menerima siapapun yang datang ke wilayahnya asal dengan itikad baik. Dalam upacara ini , seluruh tamu yang datang akan diminta memotong batang bamboo hijau yang dipasang melintang dipintu masuk dengan menggunakan sebilah Mandau (senjata khas masyarakat dayak). Musik tradisional dan nyanyian dengan menggunakan bahasa sangian mengiringi jalannya upacara. Bahasa sangian merupakan bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan dunia arwah, sebelum dipersilakan masuk rumah, biasanya antara tamu dan tetua adat pertama-tama akan diajukan pertanyaan, seperti siapa, nama anda, dari mana dan apa tujuan datang kedaerah ini.

Upacara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang buruk bagi penduduk setempat maupun para tamu. Yang perlu anda ketahui dalam tradisi ini, secara kepercayaan adat setempat, apabila kayu yang dipotong tersebut tanpa halangan, berarti tamu tersebut dapat dditerima dan dilancarkan jalannya saat berkunjung kesana. Begitu pula sebaliknya, apabila tidak berhasil dipotong secara lancar berarti tamu tersebut patut dipertanyakan perihal maksud dan tujuan kedatangan mereka ke tanah suku Dayak tersebut. Selanjutnya acarapun dilanjutkan dengan suguhan tari-tarian yang diiring dengan musik tradisional. Biasanya dalam menyambut tamu, mereka juga memotong hewan qurban sebagai bentuk penghormatan kepada arwah nenek moyang  sebagai bentuk penghormatan.

sumbe r: https://kalteng.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/3034-mengenal-lebih-dekat-ritual-tetek-pantan-budaya-dan-tradisi-dayak-kalimantan-tengah

DISKUSI


TERBARU


Baju Bodo

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju Bodo adalah pakaian segi empat yang umumnya berlengan pendek, hingga setengah atas bagian siku lengan. Dulunya, pakaian ini seringkal...

Pakaian Adat Re...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jam...

Balla To Kajang

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Balla To Kajang, atau Rumah Kajang, adalah rumah tradisional masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desainnya memiliki cir...

Rumah Adat Lang...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah adat Langkanae Luwu adalah rumah panggung berbentuk persegi empat yang memiliki tiga tingkatan. Bentuk persegi empat mencerminkan em...

Rumah Adat Sumb...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Struktur & Bagian Rumah adat Sumba memiliki pemisahan ruang secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, dibagi menjadi tiga bagian yang men...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...