|
|
|
|
|
|
Asal Mula Raja Ampat Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Sepasang suami istri di Wawiyai, Raja Ampat, Papua Barat, menemukan enam telur berukuran besar saat mencari makan. Mereka menduga itu adalah telur naga dan membawanya pulang untuk dimasak. Namun, saat akan menyiapkan bumbu, mereka mendengar suara dari telur-telur tersebut. Terkejut, sang suami menemukan bahwa lima telur telah menetas menjadi empat anak laki-laki dan satu perempuan, yang dibungkus pakaian putih lembut seperti sutra, menandakan mereka keturunan raja-raja surga. Satu telur lagi mengeras menjadi batu. Pasangan itu kemudian mengasuh kelima anak hingga dewasa. Keempat anak laki-laki menjadi raja di Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Putrinya diasingkan di Pulau Numfor dan menurunkan keturunan di sana. Telur yang mengeras menjadi batu dikenal sebagai Kapatnai dan dihormati sebagai objek pemujaan. Setiap tahun, batu tersebut dicuci dalam upacara dan airnya ditaburkan sebagai ritual bagi suku Kawe. Batu ini hanya dapat dilihat setahun sekali saat upacara pemandian. Masyarakat membangun rumah di tepi sungai Waikeo sebagai tempat tinggal mereka dan terus menjadikan Kapatnai sebagai objek pemujaan.
Kisah ini berasal dari Wawiyai, Raja Ampat, Papua Barat.
Sumber: https://ilmukesaktian.blogspot.com/2022/07/raja-ampat-dari-telur-naga.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |