|
|
|
|
|
|
Cakranegara Madubrangta Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Baladewa di Kerajaan Mandura menemui Prabu Kresna Wasudewa di Kerajaan Dwarawati untuk membicarakan Dewi Sumbadra, adik bungsu mereka. Prabu Baladewa khawatir Dewi Sumbadra tidak bahagia dengan pernikahannya bersama Raden Arjuna yang dianggapnya "mata keranjang" karena telah memiliki tiga istri (Dewi Sumbadra, Niken Larasati, dan Endang Manuhara) dan masih ingin menikahi Dewi Srikandi. Prabu Baladewa sangat tersinggung mendengar Raden Arjuna menyuruh Dewi Sumbadra melamar Dewi Srikandi, karena Dewi Srikandi adalah murid memanah Raden Arjuna. Ia berniat menceraikan Dewi Sumbadra dari Raden Arjuna dan menikahkannya dengan Raden Burisrawa. Prabu Kresna menjelaskan bahwa Dewi Sumbadra melamar Dewi Srikandi atas kemauannya sendiri. Raden Arjuna, dengan julukan Sang Permadi, dikaruniai dewata untuk mencintai banyak perempuan secara adil. Selain itu, pemenang sayembara membangun Taman Maherakaca adalah Tumenggung Cakranegara, bukan Raden Arjuna, sehingga Dewi Srikandi batal menjadi madu Dewi Sumbadra. Terakhir, Dewi Sumbadra dan Niken Larasati saat ini menghilang dari Kesatrian Madukara. Prabu Baladewa terkejut dan marah, namun amarahnya reda setelah Arya Setyaki dan Patih Udawa bersumpah. Ia kemudian pamit untuk menemui Prabu Duryudana dan Kurawa yang berkemah di Desa Pamutihan karena tidak terima Tumenggung Cakranegara memenangkan sayembara Taman Maherakaca. Sementara itu, Prabu Drupada di Kerajaan Cempalareja menanyakan persiapan pernikahan Tumenggung Cakranegara dengan Dewi Srikandi kepada Tumenggung Sindulaga. Tumenggung Sindulaga melaporkan bahwa Tumenggung Cakranegara sedang berkelana untuk memenuhi syarat Dewi Srikandi, yaitu menyediakan dua patah pengantin sakembaran yang tampan dan cantik. Dewi Srikandi mengajukan syarat ini karena kecewa pemenangnya bukan Raden Arjuna. Arya Yudamanyu kemudian melaporkan bahwa para Kurawa dan raja sekutu berkemah di Desa Pamutihan, merampok rakyat dan menyebabkan kekacauan karena tidak terima dengan keputusan sayembara Taman Maherakaca. Prabu Drupada khawatir peristiwa masa lalu terulang dan memutuskan untuk menyerang lebih dahulu.
Kisah ini diolah dari rangkuman balungan naskah Pakem Ringgit Purwa koleksi Museum Sonobudoyo, dengan pengembangan seperlunya oleh Heri Purwanto di Kediri pada 11 Maret 2017.
Sumber: http://albumkisahwayang.blogspot.co.id/2017/03/cakranegara-madubrangta.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |