|
|
|
|
|
|
Legenda Batu Nong Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di sebuah negeri yang makmur, penduduknya percaya bahwa laki-laki tabu mencuci pantat anaknya yang habis buang air besar. Suatu hari, seorang istri merengek ingin menonton keramaian di negeri tetangga yang jauh. Karena rasa sayangnya, sang suami mengizinkan istrinya pergi, meskipun ia khawatir dengan anak mereka yang masih kecil. Istrinya pergi selama tiga hari, membuat sang suami tidak tahan mencium bau busuk pantat anaknya dan akhirnya mencuci pantat anaknya. Malam harinya, sang suami dikutuk: kulitnya bersisik, tangan dan kakinya mengerut, dan badannya berubah menjadi seekor naga berkepala manusia. Ketika istrinya pulang, ia terkejut melihat suaminya. Untuk menghindari malu, suaminya meminta dibelikan tempayan besar, lalu ia dimasukkan ke dalamnya dan dibawa ke sungai, dengan pesan agar istrinya mengantarkan makanan setiap hari. Bertahun-tahun kemudian, terjadi peperangan antar negeri, memaksa sang istri dan penduduk desa mengungsi berlayar. Tempayan berisi ular naga itu mengikuti perahu mereka hingga berhenti di muara sungai Lekong, Sumbawa bagian barat. Para pengungsi membangun pemukiman di sana. Suatu malam, juragan perahu menemukan tempayan itu menghalangi aliran sungai. Dari dalam tempayan terdengar suara yang meminta untuk dipindahkan ke tebing bukit. Tempayan itu terangkat dan menempel di tebing, lalu berubah menjadi batu besar. Juragan menceritakan kejadian itu, dan penduduk beramai-ramai naik ke batu, yang kini disebut "batu nong" karena dari atasnya mereka bisa leluasa melihat ke bawah. Desa itu dinamakan Lekong karena banyak pohon kemiri, yang buahnya digoreng sangan untuk bumbu masak dinamakan "lekong" dalam bahasa Sumbawa. Sampai sekarang, para suami di Lekong tidak berani mencuci pantat anaknya yang buang air besar, dan batu nong dianggap keramat.
Legenda ini berasal dari Desa Lekong, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, di mana sebuah batu besar yang dikenal sebagai "Batu Nong" masih berdiri di bukit sebelah utara desa tersebut.
Sumber: https://ilmukesaktian.blogspot.com/2014/04/legenda-batu-nong.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |