|
|
|
|
|
|
Legenda Gunung Batu Bangkai Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua dan anak laki-lakinya, Andung Kuswara. Andung adalah anak yang baik dan pintar mengobati orang sakit, ilmu yang ia dapatkan dari almarhum abahnya. Mereka hidup rukun, Andung mencari kayu bakar atau bambu ke hutan untuk dijual, sedangkan umanya mencari buah dan daun muda. Suatu hari, Andung menolong seorang kakek yang kakinya terjepit pohon. Sebagai ucapan terima kasih, kakek itu memberikan kalung yang ia yakini akan membawa keberuntungan. Andung menyimpan kalung itu di bawah tempat tidurnya. Seiring waktu, Andung merasa tidak puas dengan kemiskinannya dan ingin merantau untuk mengubah nasibnya serta mengamalkan ilmu pengobatannya. Meski ragu meninggalkan umanya sendirian, dorongan untuk merantau tak terbendung. Ia menyampaikan keinginannya kepada umanya, yang dengan berat hati memberikan izin dan restu. Sebelum pergi, umanya berpesan agar Andung tidak melupakan dirinya, kampung halaman, tanah leluhur, dan Tuhan. Umanya juga menyerahkan kalung pemberian kakek kepada Andung. Setelah berpamitan, Andung berangkat dengan bekal seadanya. Setelah berbulan-bulan meninggalkan umanya, Andung telah mengembara dan mengobati banyak orang. Suatu siang, ia tiba di Kerajaan Basiang yang sepi karena wabah penyakit kulit. Andung mengobati seorang petani yang sakit, dan dari petani itu, ia mengetahui tentang wabah tersebut. Karena budi baiknya, Andung diajak tinggal di rumah petani itu dan ia pun menyembuhkan banyak penduduk. Kabar kehebatannya mencapai Raja Basiang, yang kemudian mengutus hulubalang untuk menjemput Andung agar mengobati putrinya yang sakit. Andung, yang takjub melihat istana, segera memberi hormat kepada Raja. Raja memohon Andung untuk menyembuhkan putrinya, yang sudah dua minggu terbaring tak berdaya setelah semua tabib gagal menyembuhkannya. Andung, meskipun merasa dirinya hanya pengembara miskin dengan pengetahuan terbatas, bersedia mencoba dan memohon ampun jika gagal.
Cerita legenda ini berasal dari masyarakat Banjar Hulu di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Sumber: https://ilmukesaktian.blogspot.com/2014/07/legenda-gunung-batu-bangkai.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |