×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Seni Pertunjukan

Elemen Budaya

Seni Pertunjukan

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Sumedang

Bangreng

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Bangreng adalah kesenian tradisional dari Sumedang yang merupakan perpaduan antara suara rebana besar yang disebut terebang dan gerak luwes para penari ronggeng. Kesenian ini melambangkan persilangan antara nilai religius dan hiburan rakyat, sekaligus berfungsi sebagai sarana dakwah dan hiburan. Pertunjukan Bangreng biasanya dibuka dan ditutup dengan shalawatan, dengan pertunjukan tari dan musik di antaranya.

Asal-usul

Jejak awal kesenian Bangreng dapat dilacak ke Kecamatan Tanjungkerta, sebelum meluas ke wilayah Cimalaka, Paseh, hingga Situraja. Bangreng merupakan hasil dari evolusi panjang kesenian di tanah Sunda, dimulai dari terebang (sekitar tahun 1550-an), berlanjut ke gembyung (sekitar tahun 1956), dan kemudian menjadi Bangreng pada tahun 1968. Kesenian terebang pada awalnya digunakan oleh Sunan Gunung Jati dan utusannya, seperti Eyang Wangsakusmah, untuk menyebarkan Islam di Sumedang.

Instrumen Pengiring

  • Terebang (rebana besar dari kayu, awalnya lima buah, melambangkan salat lima waktu)
  • Gendang
  • Goong
  • Kulanter
  • Kecrek
  • Tarompet

Evolusi Kesenian

  • Terebang (sekitar tahun 1550-an): Alat utamanya rebana besar dari kayu, lima buah, digunakan dalam kegiatan keagamaan dan upacara adat. Dianggap kurang menghibur.
  • Gembyung (sekitar tahun 1956): Menambahkan waditra seperti gendang, goong, kulanter, kecrek, dan tarompet untuk pertunjukan yang lebih dinamis.
  • Bangreng (tahun 1968): Gembyung dipoles dengan lagu-lagu tambahan, gaya pertunjukan yang lebih komunikatif, serta kehadiran penari wanita (ronggeng) menjadikannya lebih meriah dan atraktif.

Makna Simbolik Terebang

Kata “terebang” memiliki makna simbolik yang dalam. Tujuh hurufnya merepresentasikan tujuh hari dalam sepekan sebagai pengingat salat lima waktu setiap hari. Setiap huruf juga mengandung filosofi:

  • T: simbol Gusti Allah yang Maha Esa, fondasi ajaran Islam.
  • E: melambangkan etika dalam berkesenian.
  • R: merujuk pada rebana untuk mengiringi shalawat Nabi Muhammad.
  • B: merujuk pada bangkitan pusaka leluhur, warisan turun-temurun.
  • A: melambangkan agama, inti seluruh makna pertunjukan.
  • N: diartikan sebagai nadhom, puji-pujian kepada Tuhan dan Nabi.
  • G: gending, alat tetabuh yang menjadi denyut nadi pertunjukan.

Fungsi dan Makna

Bangreng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana dakwah Islam, terutama pada masa Sunan Gunung Jati. Sejak abad ke-17, pertunjukan terebang dipentaskan dalam acara keagamaan seperti mauludan, rajaban, dan hari raya Islam, lalu menyebar ke upacara sosial seperti sunatan dan kenduri. Meskipun mengalami pergeseran dari ranah religius murni ke hiburan dengan munculnya Gembyung dan Bangreng, nuansa ritual dan religius tetap dijaga. Beberapa kelompok masih mempertahankan tradisi pra-pertunjukan berupa ritual dan sesajen untuk menjaga nuansa ritual saat dipentaskan untuk khitanan atau pernikahan. Sesajen untuk hiburan bisa mencapai dua puluh macam, termasuk bubur beureum bodas, surabi, klepon, kupat, kembang, bakakak hayam, dan gula merah.

Kesempatan Penggunaan

  • Acara pernikahan
  • Sunatan
  • Peringatan kemerdekaan
  • Acara keagamaan (mauludan, rajaban, hari raya Islam)
  • Upacara adat

Sumber: https://www.ayobandung.id/ayo-jelajah/01676/29072025/sejarah-bangreng-dari-sumedang-perpaduan-seni-dan-jejak-islamisasi-sunan-gunung-jati

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Legenda La Dana...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Di Tana Toraja, hiduplah seorang petani bernama La Dana yang terkenal cerdik, meskipun ia sering menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya o...

Aryo Menak Dan...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, pada masa ketika Pulau Madura sangat subur dengan hutan lebat dan ladang padi menguning, hiduplah seorang pemuda bernama Aryo Menak....

Kera Dan Ayam

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu negeri di Sulawesi Tenggara, terjalin persahabatan antara seekor Kera dan seekor Ayam. Namun, persahabatan mereka tidak ber...

Suri Ikun Dan D...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di Pulau Timor hiduplah sebuah keluarga petani dengan empat belas orang anak, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Meskipun memiliki...

Legenda Si Lanc...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu daerah bernama Kampar, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Riau, hiduplah seorang pemuda bernama Si Lancang bersama ibun...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...