|
|
|
|
|
|
Bekenjong Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Bekenjong, juga dikenal sebagai ngenjong, merupakan literasi budaya yang menjadi sarana untuk memahami dan bersikap terhadap kebudayaan identitas asli bangsa Indonesia. Ritual ini diyakini oleh masyarakat Suku Kutai sebagai media pengobatan dan sarana komunikasi dengan roh atau leluhur yang mendiami air, tanah, dan langit. Meskipun mayoritas Suku Kutai telah menganut agama Islam, kepercayaan adat terhadap leluhur masih dipegang teguh. Bekenjong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2021.
Tujuan utama Bekenjong adalah sebagai media pengobatan yang dipercaya oleh masyarakat Suku Kutai. Selain itu, ritual ini juga memiliki fungsi sosial sebagai perekat nilai kebersamaan di antara masyarakat. Tari Ngenjong, yang merupakan bagian dari ritual Bekenjong, adalah media gerak dalam keadaan trance yang dilakukan oleh belian atau dukun untuk berkomunikasi dengan entitas di atas, di tanah, dan di air.
Tradisi Bekenjong berasal dari Suku Kutai, khususnya di Desa Kelinjau Ilir, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Sumber: https://jejakkhatulistiwa.co.id/tradisi-bekenjong-kutim-jadi-literasi-budaya-tak-benda
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |