|
|
|
|
|
|
Benteng Gunung Kunci Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Benteng Gunung Kunci adalah benteng pertahanan Belanda yang dibangun di atas bukit kecil di bagian barat perkotaan Sumedang. Meski dari luar tampak seperti bukit biasa dengan pohon pinus dan mahoni, di dalamnya tersimpan instalasi militer yang dirancang untuk pengawasan dan pertahanan. Posisinya yang strategis memungkinkan pengawasan Alun-alun Sumedang dan wilayah sekitarnya. Benteng ini merupakan produk dari kecemasan kolonial Belanda terhadap ketidakstabilan global pada masa Perang Dunia I dan untuk mengawasi perlawanan lokal serta pemerintahan pribumi. Nama "Gunung Kunci" melambangkan pentingnya lokasi ini sebagai kunci pertahanan utama Belanda di Sumedang, dengan lambang dua kunci menyilang terpahat di atas pintu masuk.
Benteng Gunung Kunci memiliki luas sekitar 2.600 meter persegi dengan bunker seluas 450 meter persegi. Strukturnya terdiri dari tiga lantai yang berfungsi sebagai ruang prajurit, perwira, dan tahanan. Desainnya dibuat melingkar dan berdiri di tempat yang lebih tinggi di tengah Kota Sumedang, memungkinkan pengintaian gerak-gerik mencurigakan atau tanda-tanda serangan. Meriam-meriam dipasang melingkar mengikuti desain benteng, diarahkan ke Kota Sumedang dan tempat-tempat strategis lainnya.
Tujuan utama pembangunan benteng ini adalah untuk mempertahankan kendali Belanda atas wilayah strategis Priangan, termasuk Sumedang, yang merupakan jalur penting bagi logistik dan militer. Selain fungsi militer konvensional, benteng ini juga berfungsi untuk mengawasi kegiatan pemerintahan pribumi. Pendekatan kamuflase yang menyerupai bukit kecil di tengah kota mencerminkan kecerdikan militer Belanda dalam merancang infrastruktur pertahanan yang juga berfungsi sebagai alat intimidasi psikologis.
Benteng ini dibangun pada tahun 1913 hingga 1918 untuk pertahanan Belanda pada masa Perang Dunia I, meskipun Hindia Belanda tidak menjadi medan tempur langsung. Pembangunan dimulai pada tahun 1914 dan selesai pada tahun 1917, kemudian diresmikan pada tahun 1918, di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum (1916-1921). Pada waktu itu, Sumedang berada di bawah pemerintahan Bupati Pangeran Aria Soeria Atmadja (1883-1919).
Sumber: https://www.ayojelajah.id/ikon/08172323/hikayat-gunung-kunci-benteng-kamuflase-belanda-di-tengah-kota-sumedang
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Benteng Gunung Kunci — Produk Arsitektur, Sumedang · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |