×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Pengobatan dan Kesehatan

Elemen Budaya

Pengobatan dan Kesehatan

Provinsi

Kalimantan Selatan

Asal Daerah

Pulau Sugara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Budaya Pembuatan Kapur Sirih Pulau Sugara

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Budaya pembuatan kapur sirih di Pulau Sugara merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak zaman Belanda, bahkan ratusan tahun silam. Pulau Sugara, yang secara administratif masuk Kabupaten Barito Kuala tetapi berdekatan dengan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi sentra produksi kapur sirih yang unik dan penting. Kapur sirih ini bukan berasal dari batu kapur, melainkan dari kulit kerang jenis kapah yang diolah melalui proses khusus. Industri rumahan ini didominasi oleh perempuan dan menjadi mata pencarian utama bagi banyak warga di sana. Meskipun jumlah perajin sempat menurun drastis, tradisi ini tetap bertahan karena tingginya permintaan dari berbagai daerah, bahkan hingga ke Pulau Jawa dan Sulawesi. Kapur sirih ini memiliki beragam kegunaan, mulai dari bahan makan sirih, penjernih air, campuran kue, bahan obat tradisional, hingga produk kosmetika dan kecantikan.

Bahan dan Pembuatan

Bahan utama pembuatan kapur sirih adalah kulit kerang jenis kapah. Kulit kerang ini didatangkan dari berbagai daerah seperti Kuala Pembuang atau Kumai, Kalimantan Tengah, dengan harga Rp1 juta per ton. Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahapan unik:

  • Kulit kerang kapah dimasukkan ke dalam kaleng atau "belek".
  • Ditambahkan air atau "banyu" ke dalam kaleng.
  • Air dalam kaleng akan menjadi panas hingga 100 derajat Celsius secara spontan, tanpa diletakkan di atas tungku api, membuat kulit kerang hancur dan membentuk gumpalan-gumpalan kecil.
  • Gumpalan kecil didinginkan.
  • Gumpalan dicampur kembali dengan air lalu diaduk terus-menerus sampai menjadi halus dan lembut.
  • Setelah itu, kapur sirih siap dipasarkan. Satu ton bahan baku dapat menghasilkan lebih dari satu ton kapur sirih karena sifatnya yang mengembang setelah diproses.

Pemasaran dan Ekonomi

Kapur sirih dari Pulau Sugara dipasarkan secara luas ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, bahkan mencapai Pulau Jawa dan Sulawesi. Setiap "belek" berukuran 20 liter (sekitar 25 kg) dijual seharga Rp65.000 kepada pedagang pengumpul. Meskipun perajin pernah mendapatkan permintaan hingga seribu belek per bulan dari perusahaan perkebunan, mereka hanya sanggup memproduksi sekitar 500 belek per bulan jika didukung modal dan bahan baku yang cukup. Omzet yang dihasilkan para perajin bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Nilai Budaya dan Manfaat

Tradisi "nyirih" yang menggunakan kapur sirih merupakan warisan budaya nenek moyang Indonesia. Bagi warga Pulau Sugara, "nyirih" adalah simbol tradisi masyarakat Melayu. Beberapa suku di Kalimantan seperti Banjar dan Dayak masih mempertahankan tradisi ini, bahkan menggunakan sirih dalam ritual adat. Kapur sirih tidak hanya untuk "nyirih", tetapi juga dimanfaatkan dalam pengobatan herbal, bahan baku obat dan produk kecantikan, penjernih air, serta campuran pembuat kue. Keberadaan sentra produksi kapur sirih ini juga menarik wisatawan yang ingin melihat langsung tradisi pembuatan yang telah berusia sekitar setengah abad ini.

Sumber: https://hasanzainuddin.wordpress.com/2017/03/24/budaya-pembuatan-kapur-sirih-pulau-sugara

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kue Jongkong Ba...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Jongkong adalah kue basah khas Bangka Belitung yang memiliki rasa manis gurih dan tekstur lembut kenyal. Disajikan dalam beberapa lapi...

Otak-otak Bangk...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Otak-otak Bangka adalah makanan yang terbuat dari fillet ikan yang dihaluskan, dicampur dengan bahan lain, dibungkus daun pisang, dan dipa...

Kue Semprit Tap...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Semprit Tapioka khas Bangka adalah salah satu jenis kue kering yang cocok disajikan sebagai takjil selama bulan Ramadan atau sebagai p...

Jew (rumah Buja...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Bujang, yang disebut juga Jew, adalah bangunan krusial dalam tradisi masyarakat suku Asmat. Jew merupakan rumah utama dan pusat akti...

Lamin Dayak Bat...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Lamin Dayak Batu Cermin adalah sebuah museum umum berbasis budaya yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Museum ini menampilka...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...