|
|
|
|
|
|
Lamin Dayak Batu Cermin Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Lamin Dayak Batu Cermin adalah sebuah museum umum berbasis budaya yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Museum ini menampilkan konsep rumah panjang suku Dayak yang dikenal sebagai lamin, yang merupakan struktur khas arsitektur tradisional dan simbol penting kehidupan sosial dan budaya masyarakat Dayak. Bangunan lamin tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang komunitas, pusat interaksi, serta tempat berlangsungnya ritual dan tradisi. Museum ini menggabungkan fungsi permuseuman dengan nilai budaya hidup dari masyarakat Dayak. Koleksi yang ditampilkan memuat artefak, alat keseharian, serta elemen budaya yang berkaitan dengan identitas dan kehidupan masyarakat Dayak, termasuk representasi rumah panjang lamin sebagai daya tarik utama.
Museum ini diklasifikasikan sebagai museum umum yang berfokus pada koleksi dan cerita budaya lokal suku Dayak di Kalimantan Timur. Museum Lamin Dayak Batu Cermin dimiliki oleh Dr. H. Syaharie Jaang, S.H., M.Si., M.H., mantan Wali Kota Samarinda periode 2010-2021. Pengelolaan praktis sehari-hari dilakukan oleh Agus Salim sebagai pengurus museum, yang bertanggung jawab atas perawatan bangunan, penyusunan kegiatan budaya, serta penyajian informasi bagi publik.
Museum ini dibangun atas inisiatif H. Syaharie Jaang bersama pengurus Yayasan Lamin Dayak Batu Cermin. Usaha pendirian museum dimulai sejak 10 September 2021, dan secara resmi dinamakan Lamin Dayak Batu Cermin melalui Akta Pendirian Yayasan Nomor 18 tertanggal 7 Juni 2022. Kata lamin merujuk pada rumah panjang khas suku Dayak, bentuk arsitektur unik yang menjadi ikon simbol peradaban masyarakat Dayak di Kalimantan. Melalui museum ini, struktur tersebut ditempatkan sebagai koleksi unggulan yang merepresentasikan gaya hidup tradisional komunitas Dayak. Kehadiran museum ini menjadi titik sentral pengenalan budaya lokal kepada pelajar, wisatawan, dan komunitas luas yang ingin mempelajari etnografi Kalimantan Timur.
Visi museum ini adalah mengembangkan museum pada aspek kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Melalui visi tersebut, museum bertujuan menjadi pusat budaya yang kuat dan berpengaruh, serta memperkenalkan nilai lokal ke khalayak nasional dan internasional.
Sumber: https://www.indonesia.travel/id/id/destination/kalimantan/east-kalimantan/lamin-dayak-batu-cermin
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |