×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Alat Musik

Elemen Budaya

Alat Musik

Provinsi

Jawa Barat

Degung

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Degung adalah bentuk ekspresi musikal khas masyarakat Sunda yang memiliki sejarah panjang dan menyimpan jejak kekuasaan, estetika, hingga identitas kultural. Dalam praktik musikal, degung memiliki dua pengertian: merujuk pada seperangkat gamelan khas Sunda dan menunjuk pada sistem laras atau tangga nada yang digunakan dalam ansambel tersebut.

Makna Istilah

Istilah degung memiliki beberapa tafsir. Dalam tradisi kirata basa Sunda, "degung" dapat ditelusuri dari kata "ngadeg" (berdiri) dan "agung" (mulia atau megah), atau dikaitkan dengan "pangagung" (kalangan menak/bangsawan), merepresentasikan kemegahan dan martabat kaum elite. Tafsir lain mengaitkannya dengan ungkapan "Deg ngadeg ka nu Agung", yang berarti ajakan untuk senantiasa menghadap dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadikannya medium refleksi batin.

Laras/Nada

Sistem laras degung terbagi menjadi dua jenis: degung dwiswara dengan nada tumbuk mi dan la, serta degung triswara dengan nada tumbuk da, na, dan ti. Sistem pelarasan ini menciptakan warna bunyi degung yang khas dan mudah dikenali.

Asal & Sejarah

Gamelan degung diperkirakan berkembang pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Catatan awal muncul dalam kamus karya H.J. Oosting (1879) yang menulis "de gong" diartikan sebagai penclon-penclon yang digantung. Pada awal abad ke-20, degung tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, seperti Bandung, Sumedang, Cianjur, Ciamis, Kasepuhan, Kanoman, Darmaraja, Banjar, dan Singaparna. Degung awalnya bersifat eksklusif, dimiliki oleh bupati atau pangagung, berfungsi sebagai hiburan istana dan sarana penyambutan tamu kehormatan, disajikan murni sebagai musik instrumental. Perubahan terjadi sekitar tahun 1920 ketika Bupati Cianjur R.A.A. Wiranatakusumah V pindah ke Bandung dan membawa perangkat degung Pamagersari, membuka degung ke ruang publik. Pada tahun 1926, degung digunakan sebagai ilustrasi musik dalam film Loetoeng Kasaroeng. Sekitar tahun 1958, Entjar Tjarmedi mulai memasukkan unsur vokal. Tahun 1961, R.S. Darya Mandalakusuma menambahkan instrumen gambang dan rebab. Pada dekade 1970-1980an, Nano S. melakukan inovasi aransemen, komposisi, dan memasukkan kacapi.

Instrumen

Pada periode awal, perangkat degung masih sederhana. Kemudian, instrumen-instrumen lain ditambahkan seiring perkembangannya.

  • Bonang atau koromong dengan 13 penclon
  • Cempres atau saron panjang dengan 11 wilah
  • Degung atau jengglong dengan 6 penclon
  • Satu goong
  • Kendang (ditambahkan di Bandung)
  • Suling (ditambahkan di Bandung)
  • Gambang (ditambahkan sekitar 1961)
  • Rebab (ditambahkan sekitar 1961)
  • Kacapi (ditambahkan pada dekade 1970-1980an)

Repertoar

Lingkungan alam Sunda mempengaruhi repertoar degung klasik. Judul-judul lagu terinspirasi dari kawasan seperti Kerajaan Galuh dan alam.

  • Manintin
  • Galatik Manggut
  • Kintel Buluk
  • Sang Bango
  • Kalangkang (karya Nano S.)

Fungsi

Pada masa awal, degung berfungsi sebagai hiburan istana dan sarana penyambutan tamu kehormatan di pendopo. Kini, degung tidak hanya hadir dalam upacara adat, tetapi juga di ruang pendidikan dan panggung internasional.

Sumber: https://www.ayojelajah.id/seni-budaya/08172358/hikayat-degung-gamelan-istana-yang-jadi-warisan-budaya-sunda

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Degung — Alat Musik, Sunda · source

kyas_ent-2b81ab4a16940c9840c9554dab7d0020_1792993797.webp

DISKUSI


TERBARU


Legenda La Dana...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Di Tana Toraja, hiduplah seorang petani bernama La Dana yang terkenal cerdik, meskipun ia sering menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya o...

Aryo Menak Dan...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, pada masa ketika Pulau Madura sangat subur dengan hutan lebat dan ladang padi menguning, hiduplah seorang pemuda bernama Aryo Menak....

Kera Dan Ayam

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu negeri di Sulawesi Tenggara, terjalin persahabatan antara seekor Kera dan seekor Ayam. Namun, persahabatan mereka tidak ber...

Suri Ikun Dan D...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di Pulau Timor hiduplah sebuah keluarga petani dengan empat belas orang anak, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Meskipun memiliki...

Legenda Si Lanc...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu daerah bernama Kampar, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Riau, hiduplah seorang pemuda bernama Si Lancang bersama ibun...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...