|
|
|
|
|
|
Gedung Bat Cirebon Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Gedung BAT Cirebon adalah warisan arsitektur industri kolonial yang dibangun pada awal abad ke-20. Gedung ini mencerminkan perpaduan budaya lokal, kolonial, dan industri. Saat ini, gedung tersebut berfungsi sebagai cagar budaya kota Cirebon. Gedung ini terletak di Jalan Pasuketan No.1, Desa Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
Gedung ini didirikan pada awal abad ke-20 dan awalnya dimiliki oleh Indo Egyptian Cigarettes Company yang didirikan tahun 1917. Pada tahun 1923, perusahaan ini diakuisisi oleh British American Tobacco Company yang sedang berekspansi ke Hindia Belanda. Cirebon dipilih sebagai lokasi industri karena posisinya strategis sebagai kota pelabuhan dan dekat dengan daerah penghasil tembakau seperti Bojonegoro dan Temanggung. Gedung ini direnovasi pada tahun 1924 oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit menjadi gaya Art Deco. Pada tahun yang sama, pabrik pertama BAT di Indonesia mulai dibangun di Cirebon, menjadikannya produsen rokok putih terbesar di tanah air. Peresmian gedung dilakukan pada 1 Agustus 1925, dengan 60 mesin beroperasi dan kapasitas produksi 11 juta batang rokok per hari. Sekitar 2.000 penduduk asli dipekerjakan dan mendapatkan fasilitas medis gratis. Pendirian pabrik ini turut mempercepat pembangunan pasokan air dan pembangkit listrik di Cirebon. Pesta pembukaan gedung dilaksanakan pada 29 Agustus 1925, dihadiri oleh walikota, manajer, dan pejabat lainnya. Manajer British American Tobacco Company, Tuan Dainer, berterima kasih kepada pemerintah dan kota madya, serta Walikota Cirebon, Tuan Schotman, menerima kotak cerutu emas sebagai kenang-kenangan. Namun, perluasan pabrik juga menimbulkan protes dari penduduk Tionghoa pada tahun 1930 karena kebisingan mesin dan bau tembakau. Operasional perusahaan sempat terhenti saat pendudukan Jepang tahun 1942 dan asetnya diambil alih. Setelah Perang Dunia II, BAT melanjutkan operasional pada tahun 1949 dengan nama British American Tobacco Manufacture (Indonesia) Limited. Pada tahun 1963-1964, pemerintah Indonesia mengambil alih kepemilikan BAT selama konfrontasi Indonesia-Malaysia, namun dikembalikan kepada pemilik aslinya setelah diberlakukannya UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Pada tahun 1979, perusahaan ini resmi menjadi PT BAT Indonesia dan menawarkan sahamnya ke publik. Gedung BAT Cirebon beroperasi hingga tahun 2010 sebelum seluruh produksi dipindahkan ke Malang. Sejak saat itu, gedung ini tidak lagi digunakan untuk kegiatan industri, tetapi ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Cirebon karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang khas.
Sumber: https://www.ayobandung.id/ayo-netizen/01174429/08062026/gedung-bat-cirebon-pusat-industri-yang-kini-hidup-sebagai-cagar-budaya-kota
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Gedung Bat Cirebon — Produk Arsitektur, Cirebon · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |