|
|
|
|
|
|
Golok Tanggal 01 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Golok adalah alat berkebun sekaligus senjata pribadi yang banyak digunakan oleh masyarakat di Nusantara. Ukurannya lebih besar dari pisau tetapi lebih pendek dari pedang, dengan bilah yang tebal dan lebar. Golok lazimnya berat dan pendek, terbuat dari besi baja karbon yang lebih lunak daripada pisau besar umumnya. Golok diasah secara rutin berkala. Istilah golok identik dengan senjata khas masyarakat Sunda yang bernama bedog, baik yang berupa perkakas maupun senjata. Golok Cibatu memiliki ciri khas memadukan tampilan keindahan, kualitas, dan kekuatan untuk keperluan sehari-hari.
Pengrajin golok Cibatu meleburkan kebersihan, kesatuan, dan suasana hati mereka untuk menghasilkan golok bermutu dan bernilai seni. Golok umumnya terbuat dari besi baja karbon. Untuk gagang golok, Haji Aas menggunakan tanduk kerbau.
Golok digunakan sebagai senjata dalam silat dan untuk memotong semak serta dahan pohon. Bagi masyarakat Betawi, terdapat dua tipe golok: golok kerja (gablongan atau bendo) untuk keperluan dapur sehari-hari dan golok simpanan (sorenam) yang digunakan sewaktu-waktu untuk memotong dan selalu terselip di pinggang. Golok juga digunakan pesilat untuk atraksi seni. Dahulu, golok dipercaya memiliki kekuatan untuk memagari, menghalangi, memperingatkan, serta mengendalikan diri, juga sebagai penangkal bahaya seperti kebakaran, guna-guna, dan angin ribut. Penggunaan golok oleh pendekar hanya apabila kondisi benar-benar terdesak.
Bagi masyarakat Betawi, golok identik dengan ciri kelaki-lakian, dengan ungkapan "Bukan laki-laki, jika tidak ada golok, laki-laki yang tidak memiliki golok ibarat banci." Golok juga memiliki makna spiritual, di mana pendekar tidak hanya diajarkan ilmu golok tetapi juga ketajaman hati yang bersih. Seorang empu golok pusaka harus memiliki ilmu dan kesucian hati agar karyanya memiliki keampuhan supranatural bagi pemiliknya.
Untuk memperoleh golok yang sejiwa dengan pesilat, berbagai ritual dilakukan dengan menyucikan diri. Pendekar akan membawa goloknya ke ajengan (guru dan pemuka agama) pada bulan Maulud atau hari-hari tertentu yang dianggap keramat agar goloknya didoakan untuk membawa berkah dan kebaikan. Setelah didoakan, jiwa pendekar disatukan dengan golok. Ritual diakhiri dengan pesan ajengan kepada pendekar agar goloknya dipergunakan untuk kebaikan.
Cibatu, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan rumah bagi seniman pandai besi yang andal dan terkenal sebagai daerah pengrajin golok pusaka bermutu tinggi. Pembuatan golok di Cibatu sudah terkenal sejak lebih dari lima dekade. Masyarakat Sunda dan Betawi begitu lekat dengan senjata bernama golok ini.
Sumber: https://traverse.id/culture/golok-pusaka-cibatu-sukabumi-jawa-barat-pandai-besi-senjata-yang-andal/@himsaifanah
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |