|
|
|
|
|
|
Sigale-gale Tanggal 01 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Sigale-gale adalah atraksi seni budaya khas Batak Toba yang menampilkan boneka kayu menari. Boneka ini memiliki tinggi 1,5 meter dan mengenakan baju adat Batak Toba. Gerakannya mengikuti iringan musik sordam dan gondang sabangunan, dengan kepala yang bisa berputar, tangan menari Tortor, dan badan yang bisa berjongkok. Tarian ini dilengkapi oleh 8-10 penari yang mengiringi boneka, meskipun fokus utama tetap pada Sigale-gale. Pertunjukan ini dimainkan oleh satu sampai tiga dalang yang menggerakkan tali-tali di belakang boneka.
Nama "Sigale-gale" diberikan karena gerakannya yang lemah dan seolah tak bertenaga. Dahulu, boneka ini diyakini bergerak sendiri karena kerasukan roh gaib. Pertunjukan sigale-gale sering digelar di Desa Tomok dan Museum Huta Bolon Desa Simanindo.
Cerita rakyat mengenai tarian Sigale-gale bermula dari Raja Tuan Rahat di Huta Samosir, Toba, yang memiliki seorang putra bernama Manggale. Manggale gugur dalam perang, meninggalkan duka mendalam bagi Raja dan rakyatnya. Raja jatuh sakit karena kehilangan putranya. Untuk memulihkan semangat hidup Raja, penasehat istana meminta bantuan datu (dukun) untuk membuat patung kayu menyerupai Manggale. Patung tersebut kemudian dibawa ke istana dengan iringan musik dan upacara ritual, di mana roh Manggale dipanggil untuk memasuki patung. Patung itu lalu bergerak dan menari Tortor bersama Datu, Raja, dan rakyat. Sejak saat itu, Raja selalu mengadakan ritual ini setiap kali merindukan anaknya, hingga ia meninggal dunia. Kebiasaan ini kemudian diperluas bagi orang yang tidak memiliki keturunan, dan tarian Sigale-gale menjadi "obat impian" bagi mereka, bahkan dalam upacara kematian. Siapa pun yang memesan sigale-gale untuk alasan ini disebut Papurpur Sapata, yang berarti menabur janji.
Pertunjukan tari Sigale-gale tergolong langka karena jumlah boneka kayu ini sedikit. Masyarakat Toba meyakini bahwa pemahat Sigale-gale, yang disebut datu panggana, harus menyerahkan jiwanya kepada boneka buatannya agar dapat bergerak layaknya manusia hidup. Datu diyakini akan meninggal jika mengerjakannya sendirian sampai selesai. Oleh karena itu, pengerjaan Sigale-gale kini dilakukan oleh lebih dari satu orang untuk menghindari tumbal. Kayu yang digunakan untuk membuat Sigale-gale harus jenis tertentu, yaitu kayu ingul dan kayu nangka. Jika kepala dibuat dari kayu ingul, bagian lain akan dibuat dari kayu nangka, atau sebaliknya. Patung Sigale-gale tidak diperbolehkan disimpan di dalam rumah, melainkan di tempat khusus di tengah persawahan yang disebut Sopo Balian.
Sumber: https://traverse.id/storytellers/sigale-gale-dari-tarian-hiburan-hingga-tarian-kematian/@himsaifanah
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |