|
|
|
|
|
|
Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang Tanggal 01 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang memiliki gaya arsitektur gabungan antara unsur lokal Palembang, Cina, dan Arab. Bangunan ini kerap digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan selain sebagai tempat ibadah. Masjid ini didominasi warna merah dan hijau giok khas Cina. Bagian dari kompleks masjid ini meliputi perpustakaan, ruang sidang, rumah imam masjid, dan kantor administrasi.
Masjid ini tidak berdiri sejak 600 tahun silam. Usulan pembangunan datang dari masyarakat Tionghoa di Palembang, didukung oleh sesepuh Tionghoa dan para ulama, terutama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan. Peletakan batu pertama dilakukan pada September 2005. Salat Jumat secara umum pertama kali dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2008.
Masjid ini terletak di Perumahan Amen Mulia, Jakabaring, sekitar 3 kilometer dari Kota Palembang. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 1.500 jemaah.
Masjid ini telah banyak dikunjungi oleh peziarah dari Malaysia, Cina, Singapura, Taiwan, dan Rusia, yang ingin mengenal sejarah Islam di Indonesia.
Sumber: https://traverse.id/culture/masjid-cheng-ho-palembang-jejak-silaturahmi-muhibah-sang-laksamana/@himsaifanah
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |