|
|
|
|
|
|
Kelom Geulis Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kelom geulis adalah sandal kayu khas Tasikmalaya yang dikenal karena warna-warninya yang cerah, ukirannya yang halus, serta bentuknya yang anggun. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, melainkan juga dianggap sebagai perhiasan atau aksesori fashion. Awalnya merupakan bakiak sederhana yang terbuat dari potongan kayu tebal dengan tali ban bekas, kemudian berkembang menjadi produk budaya yang dikenal hingga pasar internasional.
Pada masa lalu, masyarakat di wilayah Gobras (kini Kecamatan Tamansari) sudah membuat alas kaki kayu sederhana untuk berjalan di halaman rumah, ke sawah, atau ke masjid. Perubahan besar terjadi sekitar tahun 1950 ketika Pohar, seorang warga Gobras yang sering bepergian ke Bandung, membawa pulang teknik pembuatan sandal yang lebih rapi. Bersama Suryo, Ujer, dan Acep Umar, Pohar mulai membuat sandal kayu polos yang dikenal sebagai 'bodasan'. Sambutan baik dari pembeli di Bandung mendorong para pengrajin untuk bereksperimen dengan ukiran dan motif hiasan, yang kemudian memicu lahirnya kelom geulis. Inspirasi motif awal datang dari lingkungan sekitar seperti bunga, daun, dan tanaman.
Bahan baku utama kelom geulis biasanya adalah kayu mahoni atau albasia karena sifatnya yang ringan, mudah dipahat, dan kuat. Proses pembuatannya sebagian besar masih manual, meliputi pemotongan kayu sesuai ukuran, pembentukan model sandal, penghalusan permukaan, pengukiran, dan pengecatan. Sistem kerja dalam produksinya cukup unik, dengan pembagian tugas: ada yang khusus membuat alas kayu polos (bodasan), ada yang fokus mengukir motif, dan ada yang mengerjakan tahap finishing seperti pengecatan dan pewarnaan.
Motif awal kelom geulis berupa ukiran bunga, daun, dan tanaman. Seiring waktu, variasinya berkembang menjadi motif burung, karakter kartun, hingga motif batik yang digambar langsung di permukaan kayu. Teknik pewarnaan juga berinovasi dengan penggunaan airbrush untuk menghasilkan warna yang lebih halus dan berlapis. Bentuk kelom pun semakin beragam, seperti kelom lingling, kelom cutbray, kelom ukir, dan kelom bungkus yang menyerupai sandal wedges modern.
Dari sentra awal di Gobras, produksi kelom geulis meluas ke berbagai wilayah di Tasikmalaya, seperti Ciledug, Nyemplong, Sukamaju, Cibeureum, Setiamulya, Mulyasari, Kersanegara, Sukahurip, dan Sumelap. Kelom geulis tidak hanya menjadi kerajinan rumahan tetapi juga penggerak ekonomi lokal, bahkan berhasil menembus pasar internasional ke negara-negara di Asia Tenggara, Jepang, Korea, Kanada, dan Italia. Pada tahun 2016, kelom geulis ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional dalam kategori kemahiran dan kerajinan tradisional, yang memperkuat nilai budaya dan posisinya sebagai aksesori fashion.
Sumber: https://www.ayojelajah.id/seni-budaya/08171411/hikayat-kelom-geulis-sandal-kayu-cantik-dari-tasikmalaya-yang-tak-pernah-kehilangan-pesona
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Kelom Geulis — Cerita Rakyat, Tasikmalaya · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |