|
|
|
|
|
|
Ki Penganjang Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Alkisah, ada seorang pemuda yang sedang menyabit rumput di wilayah Sindang. Ketika ia sedang asyik-asyiknya menyabit rumput, turun hujan gerimis. Tidak lama kemudian terlihat ada pelangi. Sang penyabit rumput melihat ujung pelangi jatuh di sebuah sumur milik masyarakat setempat. Merasa heran, pemuda tadi mendekati sumur, namun ia tertegun karena di sumur tersebut ada tujuh orang bidadari yang sedang mandi. Saat ia memperhatikan ketujuh bidadari yang cantik jelita tersebut, terbersit di dalam hatinya untuk mempermainkan salah seorang bidadari. Ia mengambil salah satu baju yang disimpan tidak jauh dari sumur. Setelah merasa cukup bersenang-senang mandi, para bidadari hendak pergi ke tempat asalnya, kayangan. Setelah mengenakan pakaian, ternyata masih ada salah seorang bidadari masih sibuk mencari pakaiannya. Namun, karena teman-temannya sudah tidak sabar menunggu, akhirnya ia berkata, “Tinggalkan saja aku di sini, nanti jika pakaiannya sudah ketemu akan menyusul”. Setelah lelah mencari sampai sore hari pakaiannya tidak juga ketemu, ia terduduk lesu di tepi sumur. Melihat bidadari sedang duduk sendirian, sang pemuda yang mencuri pakaiannya menghampiri, seraya berkata, “Adik sedang apa? Sekarang sudah menjelang malam mari beristirahat di rumahku.” Singkat cerita, akhirnya kedua makhluk tadi menikah dan dikaruniai seorang putera. Pada saat memasak untuk keluarganya, ada suatu keanehan yang biasa dilakukan oleh sang Bidadari. Ia hanya mengambil beberapa butir padi kemudian disimpan di dalam wajan. Tidak lama kemudian wajan dibuka dan padi sudah berubah menjadi nasi. Begitu yang dilakukan bidadari setiap ia menanak nasi. Suatu hari sang Bidadari hendak berangkat ke suatu tempat, maka ia berpesan kepada suaminya agar menjaga padi yang sedang dimasak di dalam wajan dan jangan sesekali membuka wajan tersebut. Namun setelah keberangkatan isterinya, sang suami penasaran ingin membuka wajan tersebut, ketika dibuka terlihat butiran padi. Ketika isterinya pulang, ia langsung membuka wajan dan dilihatnya hanya butiran padi. Maka ia berkata dalam hatinya bahwa suaminya telah melanggar janji untuk tidak membuka wajan. Mulai saat itu, sang bidadari harus menanak nasi seperti sekarang. Suatu ketika pada saat sang bidadari sedang mengambil padi di lumbung, ia menemukan pakaiannya. Maka terbanglah ke kayangan. Suaminya mondar-mandir mencari isterinya karena anaknya ingin menyusui. Maka terdengarlah suara bahwa saat ini ia sudah kembali ke kayangan dan jika anaknya ingin menyusui simpan saja di suatu tempat yang agak tinggi, nanti dia akan ke sana dan setelah menyusui akan kembali ke kayangan lagi.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2008/04/ki-penganjang-cerita-rakyat-indramayu.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |