×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Kepulauan Riau

Asal Daerah

Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Masjid Raya Sultan Riau

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Masjid Sultan Riau, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Pulau Penyengat, adalah bangunan peninggalan Kesultanan Riau di Pulau Penyengat yang masih terawat. Masjid ini menonjol dengan warna kuning menyala dan dapat terlihat dari pantai kota Tanjung Pinang. Keberadaan masjid ini menjadi ikon sejarah penting bagi Pulau Penyengat dan Provinsi Kepulauan Riau. Masjid ini adalah satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang masih ada, dengan ukuran sekitar 54 x 32 meter dan bangunan induk sekitar 29,3 x 19,5 meter. Di sekitarnya juga terdapat pemakaman muslim. Masjid ini telah dijadikan situs cagar budaya oleh pemerintah Republik Indonesia.

Lokasi

Masjid Sultan Riau berada dalam kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil seluas sekitar 240 hektar di kota Tanjung Pinang, ibukota provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dapat dicapai beberapa menit menggunakan perahu motor (pompong atau pancung) dari dermaga Sri Bintan Indrapura kota Tanjung Pinang. Dari Kota Industri Batam, masjid dapat dijangkau menggunakan kapal cepat sekitar satu jam perjalanan.

Sejarah

Pulau Penyengat adalah mahar dari Raja Mahmudsyah untuk Engku Putri (Raja Hamidah) pada tahun 1805. Pada tahun yang sama, pembangunan masjid kecil dari kayu dimulai di lokasi yang sama. Pembangunan masjid secara besar-besaran dengan bangunan beton seperti yang terlihat sekarang ini dilakukan ketika Abdurahman Muazham Shah berkuasa sebagai Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga (1832-1844). Pada 1 Syawal 1284 H (1832 M), beliau menyeru masyarakat untuk bergotong royong membangun masjid, di mana putih telur yang melimpah digunakan sebagai campuran adukan untuk memperkuat bangunan.

Struktur & Bagian

  • 13 kubah berbentuk bawang dengan susunan bervariasi
  • Empat pilar beton di bagian tengah
  • Empat menara di setiap penjuru, masing-masing setinggi sekitar 19 meter (dulunya digunakan muazin, kini dilengkapi pengeras suara)
  • 17 bubung, diartikan sebagai jumlah rakaat shalat
  • Dua buah rumah sotoh di halaman mesjid untuk musafir dan musyawarah
  • Dua balai untuk menghidangkan makanan saat kenduri dan berbuka puasa
  • Ruangan masjid bisa dibagi lima ruangan sebagai penanda Rukun Islam

Warna

Saat pertama kali dibangun, Masjid Sultan Riau berwarna putih. Saat ini, masjid telah dicat dengan warna kebesaran Melayu, yaitu kuning, dipadukan dengan warna hijau sebagai warna kebesaran umat Islam.

Koleksi

Masjid Penyengat menyimpan dua mushaf Al-Qur'an tulisan tangan. Satu ditulis oleh Abdurrahman Stambul, putera Riau asli Pulau Penyengat yang dikirim Sultan belajar ke Turki pada tahun 1867. Mushaf ini dipajang dalam peti kaca di depan pintu masuk dan memiliki tafsiran serta terjemahan bahasa Melayu kata per kata. Mushaf kedua adalah tulisan tangan Abdullah Al Bugisi tahun 1752, yang tidak diperlihatkan ke umum karena terlalu tua, rapuh, dan rentan rusak. Kedua mushaf ini tersimpan bersama 300-an kitab, termasuk kitab kuning, dalam dua lemari di sayap kanan depan masjid.

Sumber: http://bujangmasjid.blogspot.com/2010/11/masjid-sultan-riau-pulau-penyengat.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Masjid Raya Sultan Riau — Produk Arsitektur, Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Masjid Raya Sultan Riau — Produk Arsitektur, Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau · source

DISKUSI


TERBARU


Monumen Yogya K...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Monumen Yogya Kembali (Monjali) adalah bangunan ikonik yang terletak di Ringroad Utara Yogyakarta. Bangunan bersejarah ini dibangun untuk...

Prasasti Paṇḍān

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Prasasti Paṇḍān terbuat dari batu andesit. Saat ini prasasti tersebut berada di Museum Majapahit. Kondisinya sangat memprihatinkan k...

Museum Dewantar...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Museum Dewantara Kirti Griya terletak di Jalan Tamansiswa No.25, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Bangunan museum ini dulunya adalah ked...

Dam Makam Bulan

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Singkat Dam Makam Bulan dibangun pada tahun 1924 bersamaan dengan Dam Kamijoro. Dam ini berfungsi untuk meneruskan aliran air dari Dam Kam...

Pengindelan Aba...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Pengindelan Abang adalah bagian dari rangkaian sistem penyaringan air yang dirancang untuk memasok air bersih ke Keraton Surosowan, diguna...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...