|
|
|
|
|
|
Mati Hidup Topeng Kranggan Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Topeng Kranggan adalah salah satu bentuk seni tradisi wayang topeng Malang yang berkembang di Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Keberadaan seni ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah desa Kranggan yang merupakan daerah kuno sejak era kerajaan Singhasari. Meskipun mulai berdiri pada tahun 1950-an, kesenian ini mengalami perkembangan pesat dan bahkan memiliki dua grup topeng di masa kejayaannya pada tahun 1960-an hingga 1980-an.
Munculnya kesenian wayang topeng di Kranggan pada tahun 1950-an bermula dari keinginan para sesepuh Kranggan. Sembilan tokoh kesenian, termasuk Mbah Kabul, belajar langsung seni wayang Topeng kepada Mbah Karimun di Pakisaji selama satu tahun. Selama periode belajar, mereka juga "menyicil" topeng dan perlengkapan seni topeng dari Mbah Karimun hingga berhasil membentuk grup Topeng Kranggan. Grup topeng pertama ini diketuai oleh Mbah Kabul. Berselang 2-3 tahun, kakak dari Pak Kabul, yaitu Pak Matali, mendirikan grup Topeng Kranggan bernama Rukun Tentrem yang dilatih oleh Pak Kentar dari Pakisaji. Sejak saat itu, Kranggan memiliki dua grup seni wayang Topeng Kranggan, yaitu Grup Topeng Etan (pimpinan Mbah Kabul) dan Grup Topeng Kulon (Rukun Tentrem) pimpinan Pak Matali. Kesulitan ekonomi dan tragedi G30S pada tahun 1965 turut berdampak besar pada kesenian ini, menyebabkan banyak perangkat kesenian dimusnahkan dan pelatih topeng seperti Pak Kentar, Pak Takim, dan Pak Ratno menjadi korban. Kesenian ini mulai surut dan vakum setelah tahun 1980-an karena banyak seniman sepuh yang meninggal dunia dan generasi muda Kranggan banyak yang tidak ingin meneruskan.
Seni Topeng Kranggan mengalami pasang surut sejak awal berdirinya. Masa kejayaannya terjadi pada tahun 1960 hingga 1980-an, namun setelah itu mulai vakum. Faktor penyebab kemunduran ini antara lain meninggalnya banyak seniman sepuh, penjualan perlengkapan topeng, dan kurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi. Tragedi 1965 juga memberikan dampak besar, di mana banyak perangkat kesenian tradisional dimusnahkan karena ketakutan dituduh berafiliasi dengan Lekra, serta hilangnya para pelatih utama.
Sumber: https://borobudurwriters.id/seni-pertunjukan/mati-hidup-topeng-kranggan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |