×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan

Mok – Mok Buntum

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Di sebuah dusun terpencil di tengah hutan, hiduplah keluarga miskin yang terdiri dari ibu tua bernama Mak Bo, serta kedua anaknya, Hiju dan Hanur. Mereka mencari nafkah dengan bertani dan menangkap ikan. Setelah Mak Bo meninggal, Hiju dan Hanur menjadi yatim piatu. Hiju terus bekerja keras untuk adiknya, salah satunya dengan menangguk ikan yang diolah menjadi bekasam untuk dijual di pasar yang jaraknya tujuh hari perjalanan. Suatu hari, saat pulang dari menangguk tanpa hasil, Hiju dan Hanur dihadang ular besar bernama Mok-Mok. Hiju melawan Mok-Mok dengan parang hingga ekornya terpotong. Hanur mengusulkan agar ekor ular itu dijadikan bekasam dan dijual. Hiju setuju, dan mereka pun membuat bekasam dari ekor Mok-Mok. Saat Hiju pergi menjual bekasam ke pasar, Hanur ditinggal sendirian di pondok. Setiap malam, Mok-Mok datang meminta kembali ekornya yang disebut “buntum”. Hanur sangat ketakutan dan menangis. Ia meratap dengan lirik, “Cak mericak murai di kebon kakak di jewe, pesan ke belek aku takut antu Mok-Mok,” berharap burung murai yang selalu berkicau menyampaikan pesannya kepada Hiju. Benar saja, burung murai menyampaikan pesan Hanur kepada Hiju di tanah Jawa. Hiju segera pulang dan mendengar cerita Hanur. Marah, Hiju berniat membunuh Mok-Mok. Malam harinya, saat Mok-Mok datang, Hiju yang bersembunyi di balik pintu langsung memacung kepala ular itu hingga mati. Tubuh Mok-Mok kemudian dibakar sebagian dan sebagian dikubur. Sejak saat itu, Hiju dan Hanur hidup tenang dan bahagia tanpa gangguan Mok-Mok.

Asal & Persebaran

Cerita ini berasal dari Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Merupakan salah satu bentuk sastra tutur yang hidup di daerah tersebut.

Sumber: https://irwanpratubangsawans.wordpress.com/2011/04/02/cerita-rakyat-mok-%E2%80%93-mok-buntum

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Tari Pegi Manta...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Pegi Mantang berasal dari Kabupaten Banyuasin, sebuah wilayah perkebunan dataran rendah yang strategis untuk lahan perkebunan. Tari i...

Cerita Rakyat B...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Pada zaman dahulu, di sebuah desa hiduplah seorang anak perempuan bernama Siti Gelembung bersama ibunya. Gelembung memiliki nasib yang malang...

Asal Usul Desa...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, hiduplah Raja Singosari beserta istrinya Dewi Wangi dan putra mereka, Pangeran Putra Singosari, di sebuah istana. Kebahagiaan me...

Tari Gandrang B...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Gandrang Bulo disebut-sebut telah muncul sejak zaman raja-raja Gowa, yang pada masa itu dikenal sebagai Tari Gandrang Bulo klasik. Ta...

Anggur Laut

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Anggur laut (Caulerpa racemosa) adalah jenis rumput laut hijau yang banyak tumbuh di perairan Lampung, khususnya di Desa Agom, Kalianda. R...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...